Sandi Miris Lapas Dipenuhi Pengguna Narkoba: Kita Jadi Narco State

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno usai menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng, Surabaya. Foto: Dok. Tim Sandiaga Uno
zoom-in-whitePerbesar
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno usai menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng, Surabaya. Foto: Dok. Tim Sandiaga Uno

Dalam kunjungannya di Jawa Timur, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menyempatkan diri mengunjungi Ahmad Dhani di Rutan Medaeng, Sidoarjo.

Saat membesuk pentolan Dewa 19 itu, Sandi dihadapkan pada fakta miris bahwa dari 2.900 tahanan di Medaeng, 80 persen di antaranya merupakan napi kasus narkotika. Ia menyebut kondisi ini menggambarkan Indonesia telah menjadi Narco State atau negara yang sudah darurat narkoba.

Sedangkan merujuk kamus Oxford, Narco State bukanlah negara yang darurat narkoba. Narco State berarti sebuah negara yang ekonominya bergantung pada perdagangan obat-obat terlarang.

"80 persen (tahanan) di antaranya dari penggunaan narkoba. Ini jadi catatan kita, ini terjadi di seluruh lapas yang sudah dibanjiri oleh para napi yang terkana kasus narkoba sebagai pengguna. Dan kita sudah menjadi Narco State, negara yang darurat terhadap narkoba," kata Sandi di Rutan Medaeng, Sabtu (16/2).

Sandi juga menyebut, kondisi rutan dan lapas di seluruh Indonesia yang kelebihan kapasitas tahanan sama seperti kapal yang hendak karam. Sehingga jika diabaikan, maka dapat mengorbankan nyawa para tahanan.

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno usai menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng, Surabaya. Foto: Dok. Tim Sandiaga Uno

"Ibarat kapal, kapal yang hanya bisa mengisi 100 penumpang sekarang diisi lebih dari 500 penumpang. Berarti ini akan mengakibatkan kapal ini kecelakaan, karam mungkin berakibat banyak sekali masyarakat yang akan kehilangan sanak saudara nya," ungkapnya.

Sementara itu Karutan Klas I Surabaya, Medaeng, Teguh Pamuji, membenarkan bahwa Rutan Medaeng dalam kondisi yang kelebihan kapasitas.

"Ya memang isi Rutan Medaeng ini kan sudah 2.944 hari ini mas. Sedangkan kapasitas cuma 504. Jadi sudah enggak inilah, sudah penuh betul," kata Teguh saat dihubungi.

Tak hanya itu, Teguh juga mengamini bahwa 80 persen penghuni di Rutan Medaeng merupakan tahanan kasus narkoba.

"Iya benar, 70-80 persen, memang mereka tersangkut narkoba selebihnya kriminal pencurian, penipuan, pemerkosaan pembunuhan," jelasnya.

Teguh menjelaskan, pihaknya kini telah berusaha mengurangi jumlah kapasitas tahanan dengan memindah tahanan dari Rutan Medaeng ke rutan dan lapas lain di wilayah Jatim setiap pekan.

"Saya sudah melakukan pemindahan warga binaan ini ke sejumlah lapas/rutan di Jatim setiap minggu bisa 2 sampai 3 kali. Itu sudah dari dulu dilakukan," tutupnya.