Sandi Temui Habib Usman Bin Yahya, Bicara Dukungan di Pilpres 2019

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menemui Habib Usman Bin Yahya di Masjid At-Taqwa, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/9). Pada kesempatan itu, Sandi berbincang secara tertutup dengan suami Kartika Putri itu.
Ditemui usai pertemuan, Sandi mengaku pertemuan keduanya membahas banyak hal, salah satunya menyinggung urusan Pilpres 2019.
"Saya lihat beliau (Habib Usman) memang karismatik dan beliau sampaikan sih apa yang bisa dibantu buat Pilpres. Saya bilang fokus dulu deh, baru nikah, bulan madu belum. Dan mungkin lebih ke arah saling mendoakan," kata Sandi.
Sandi akui tak ada pembicaraan lebih spesifik soal Pilpres. Namun, Sandi membuka kemungkinan Habib Usman untuk membantunya di Pilpres 2019, karena sebelumnya dia pernah membantu pemenangannya di Pilgub DKI Jakarta 2017.
"Saya enggak bicara itu. Saya menghargai beliau baru saja menikah pasti kan punya prioritas sendiri. Tapi bagi saya kalau ada yang membantu ya alhamdulillah dan beliau juga dulu membantu waktu di Pilgub DKI. Nanti pada saat yang tepat," ucap Sandi.

Ia menyebut Habib Usman Bin Yahya memiliki kedekatan dengan Prabowo Subianto. Diakui Sandi, Prabowo berpesan agar mempererat hubungan terutama dengan para ulama untuk menyebarkan pesan-pesan positif.
"Kebetulan beliau juga dekat dengan Pak Prabowo, jadi Pak Prabowo kan titipan instruksi pada kita tolong dibangun semua hubungan silaturahim, dipererat, direkatkan tenun kebangsaan kita, dan khususnya untuk isu-isu keberagaman toleransi kita butuh ulama-ulama kita menyampaikan pesan-pesan sejuk," lanjutnya.
Bagi mantan Wagub DKI ini, Habib Usman memiliki majelis yang anggotanya masih berusia muda. Sehingga, Sandi yakin bisa membantunya lebih dekat dengan kaum milenial.
"Disampaikan tadi bahwa banyak majelisnya dia majelis pemilih pemula sekitar umum 17 sampai 25 tahun. Itu majelis dia mulai dari Kampung Melayu sampai 27 titik di wilayah Jawa sampai Jatim juga," ujar dia.
"Ini beliau kasih masukan bahwa kaum milenial itu ingin sesuatu yang fresh, yang baru. Karena beliau karismatik, menyampaikan materi itu harus yang mencerahkan," pungkasnya.
