Sandiaga Sesalkan Molornya Pemilihan Wagub DKI: Kok Lama Sekali, Ya?

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Sudah setahun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin tanpa didampingi wakil gubernur. Pembahasan Wagub DKI juga masih molor dan belum kunjung ada titik terang siapa yang menggantikan Sandiaga Uno.

Sebagai yang posisinya akan digantikan, Sandi menyoroti proses pemilihan penggantinya yang begitu lama. Ia menyarankan agar PKS dan Gerindra sebagai dua partai pengusung Anies-Sandi duduk bersama mengambil keputusan terbaik.

“Belum memungkinkan ya walaupun saya hampir setahun begitu, kok lama sekali ya? Dan saya belum berkomunikasi ke rekan-rekan, karena ini bukan domain saya. Jadi saya sekali lagi mengingatkan menghindari kepentingan kelompok,” kata Sandi di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan, Kamis (15/8).

“Ini waktunya butuh, teman PKS-Gerindra masuk ke emergency session untuk menentukan langkah,” sambungnya.

Ia menegaskan posisi Wagub DKI akan menjadi hak PKS, begitu juga sudah direstui oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Sangat menyayangkan, semestinya sangat mudahkan diselesaikan, disampaikan hak prerogatif dari PKS. Pak Prabowo sudah memberi dan konsisten terhadap hal itu,” ujar Sandi.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Foto: Antara/Rosa Panggabean

Hingga kini, Anies masih mempercayai seluruh anggota DPRD untuk memilih pendampingnya sebagai pengganti Sandi. Terlebih, bulan ini masa jabatan DPRD 2014-2019 akan habis. Sehingga diharapkan pemilihan Wagub DKI ini tuntas sebagai tugas terakhir DPRD.

“Itu semuanya ada di tangan DPRD, bukan saya. Jadi lebih baik ditanyakan ke mereka. Tapi saya percaya bahwa teman-teman di DPRD akan menjalankan dengan penuh rasa tanggung jawab,” ungkap Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/7).

Hingga kini, Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) yang membahas tata tertib sudah diundur hingga 3 kali. Rapimgab harusnya sudah selesai pada 10 Juli, tapi hingga 16 Juli belum ada satu suara soal tata tertib pemilihan.

Padahal, akan ada pelaksanaan Rapat Paripurna membahas posisi Wagub pada 22 atau 23 Juli. Dengan belum selesainya tatib maka rapat paripurna bisa kemungkinan juga diundur.

kumparan post embed