kumplus- Opini Feri Amsari-AHY
15 Maret 2021 10:06

Sang Mayor dan Tempaan Krisis

Cecep Iskandar piket malam. Menembus gelap, ia menyusuri kompleks Asrama Putra SMA Taruna Nusantara (TN), Magelang. Tugasnya memastikan semua siswa sudah tidur.
Tiba-tiba Cecep melihat cahaya berpendar, meski agak redup, di salah satu graha putra. Ia mempercepat langkahnya. Saat sudah cukup dekat, dari balik jendela, ia melihat seorang pemuda membungkuk, satu tangannya menggenggam senter dan tangan lainnya memegang punggung buku.
“Agus, ngapain kamu?” tanya Cecep.

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang