Santri di Gresik Akhiri Hidup Diduga Malu Ditegur Pengasuhnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id atau telepon darurat 119 ext. 8 atau WhatsApp +62 813-8007-3120.

Lokasi RAS (15), seorang santri ditemukan tak bernyawa di pekarangan belakang ponpes di Dusun Glombok Wetan, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi RAS (15), seorang santri ditemukan tak bernyawa di pekarangan belakang ponpes di Dusun Glombok Wetan, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Foto: Dok. Istimewa

Seorang santri sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengakhiri hidupnya. Diduga karena ia malu usai ditegur oleh pengasuhnya.

Korban berinisial RAS (15) warga Tambaksari, Surabaya. Ia ditemukan tak bernyawa di pekarangan belakang ponpes di Dusun Glombok Wetan, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, pada Rabu (6/5).

Kasi Humas Polres Gresik, Iptu Hepi Muslih Riza, mengatakan awalnya almarhum ketahuan bermain laptop di musala ponpes oleh pengasuhnya. Sebab, aturan penggunaan laptop seharusnya berada di dalam ruang lab.

Ia kemudian diberi sanksi untuk membaca sebagian surat Al-quran oleh pengasuh pondok tersebut.

"Ya memang main laptop ada kesalahan. Aturannya nggak boleh. Habis itu ditegur lah akan diberikan sanksi. Sebenarnya sanksinya ya normatif di pondok itu menyuruh hafalan," kata Hepi kepada kumparan, Kamis (7/5).

Setelah itu, almarhum bercerita kepada temannya bahwa ia merasa malu dan ingin mengakhiri hidup atas teguran yang ia terima. Saat itu, temannya beranggapan bahwa almarhum hanya bercanda.

Beberapa saat kemudian, temannya melihat almarhum membawa tali tampar dari dalam gudang menuju ke pekarangan belakang ponpes.

Temannya lalu tersadar bahwa korban tak kunjung kembali dan berusaha mencari korban ke pekarangan belakang. Di situ lah, temannya menemukan almarhum sudah tak bernyawa.

"Karena satu dua hal malu atau tertekan sehingga korban memilih untuk mengakhiri hidupnya," ucapnya.

Dari kejadian tersebut, temannya melaporkan kepada pengasuh pondok dan diteruskan ke Polsek Kedamean.

"Dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan suatu musibah," katanya.