Sapi Kurban 1,1 Ton Prabowo Sakit, Dinas Pertanian Polman: Langsung Disembelih
·waktu baca 2 menit

Sapi kurban jenis Simmental milik Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, sempat dikabarkan mati mendadak pada Kamis pagi (15/5). Ternyata sapi itu sakit lalu disembelih.
Sapi berbobot 1,1 ton lebih itu rencananya disumbangkan untuk masyarakat Sulbar pada perayaan Idul Adha mendatang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Polman, Andi Arfandi Rahman, mengatakan Prabowo membeli empat sapi, yakni untuk Pemprov Sulbar, Pemkab Polman, Pemkab Mamuju Tengah, dan Pemkab Mamasa.
"Tapi, satu ekor sapi mati, yaitu sapi untuk Pemprov Sulbar," kata Andi Arfandi.
Ia menegaskan, sapi yang dinyatakan mati ini bukanlah mati mendadak melainkan sapi tersebut dipotong paksa oleh pemiliknya karena tiba-tiba sakit, bahkan sedikit lagi mati.
"Sempat dipotong sebelum mati, darahnya masih segar," kata dia.
Berdasarkan keterangan dari pemilik sapi, awalnya ia memandikan sapi itu. Tak lama kemudian, kondisi sapi dengan bobot 1,1 ton itu memburuk, berjalan secara sempoyongan.
"Sapinya itu gelisah, kemudian peternaknya berinisiatif potong paksa. Sapinya itu gelisah tidak mau makan," ujar Andi Arfandi.
Negatif Antraks
Andi Arfandi menyebutkan pihaknya telah memeriksa sapi, dan tidak menemukan adanya virus atau penyakit lainnya.
"Hasilnya, negatif antraks. Jadi bukan mati keracunan ya," ujar Andi Arfandi.
Kendati demikian, pihaknya masih akan tetap melakukan pemeriksaan lanjutan sapi tersebut.
"Untuk detailnya nanti kita tunggu hasil uji lab dari balai yang ada di Maros. Mudah-mudahan bisa dalam waktu dekat ini," katanya.
Ia juga mengaku telah bergerak cepat untuk mengganti sapi yang dipotong paksa itu.
"Sudah ada penggantinya, bobotnya hingga harganya sekitar Rp 125 juta itu sama. Jadi, sudah aman," ujar Andi Arfandi.
