Satgas: Kasus Novel Bukan Perkara Biasa, Ada Motif Politik

Satgas pengungkapan kasus penyerangan penyidik senior KPK yang disebut Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel Baswedan sudah menyerahkan hasil investigasi ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Seluruh isi laporan akan disampaikan pekan depan.
Meski begitu, TGPF Novel sedikit mengungkapkan isi dari laporan itu. Anggota Tim Pakar TGPF Novel, Hendardi, mengatakan kasus penyerangan terhadap Novel bukanlah perkara biasa.
"Ini bukan perkara biasa, bukan perkara pembunuhan biasa di pinggir jalan. Ini perkara melibatkan orang yang juga bisa kita kategorikan ada latar belakang politik," kata Hendardi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (9/7).
Karena menemukan adanya dugaan motif politik, tim juga menelusuri dan mendalami hal itu. Tapi, Hendardi belum mau mengungkapkan motif politik seperti apa yang ada dalam kasus penyerangan Novel Baswedan.
"Motif bisa beberapa, saya enggak ngomong orang. Novel itu kan memang orang KPK. Di KPK bisa dilihat bahwa ada latar belakang politik dari awal perkara ini sudah dilempar terus," tambah dia.
Hendardi mengatakan, Kapolri akan mempelajari lebih dulu seluruh isi laporan TGPF Novel. Laporan itu, berisi 170 halaman dengan lampiran setebal 1.500 halaman lebih.
"Motif apa saja yang mungkin kami temukan itu nanti pada minggu depan," ucap dia.
