Satpol PP Bawa Anjing Bubarkan Balap Lari Liar di Semarang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satpol PP bubarkan pemuda yang balap lari liar di jalan raya di Semarang.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Satpol PP bubarkan pemuda yang balap lari liar di jalan raya di Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Balap lari liar juga ternyata dilakukan sejumlah pemuda di Kota Semarang. Pada Sabtu (12/9) malam, para pebalap sepaket dengan puluhan penontonnya, memenuhi jalan Tri lomba Juang, Kota Semarang.

Satpol PP yang menerima informasi adanya balap lari liar itu langsung menuju lokasi untuk membubarkan massa. Balap lari liar tersebut dilakukan di tengah jalan sehingga dinilai mengganggu mobilitas pengguna lainnya.

Dalam membubarkan massa, Satpol PP Kota Semarang mengerahkan satu ekor anjing terlatihnya. Melihat kedatangan petugas, penonton terpaksa ikut berlari. Namun bukan balapan, tapi kocar-kacir dikejar anjing.

Sedianya, balapan lari malam itu di lakukan di Jalan Pahlawan sekitar Simpang Lima. Namun, diduga karena mengetahui ada anggota Satpol PP yang berpatroli di Jalan Pahlawan, mereka berpindah tempat.

"Mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya balap lari ini kami langsung menerjukan tim kami ke lokasi balap lari," ujar Kasatpol PP Semarang, Fajar Purwoto, saat dihubungi kumparan, Sabtu (12/9) malam.

Satpol PP bubarkan pemuda yang balap lari liar di jalan raya di Semadang. Foto: Dok. Istimewa

Fajar menuturkan, fenomena balap lari tersebut meresahkan masyarakat karena menimbulkan kemacetan dan kerumunan. Terlebih saat ini situasi pandemi virus corona sehingga memunculkan risiko penularan.

"Bisa dilihat di video yang sedang viral itu rata-rata ndak pada pakai masker, berkerumun, mengabaikan jarak, dan membuat macet karena jalan ditutup seenaknya," jelasnya.

embed from external kumparan

Fajar menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas bagi para pelaku yang masih nekat melakukan aksi yang dinilai berbahaya ini.

"Tolong jangan buat sensasi di situasi seperti ini, jangan karena mau viral jadi membahayakan diri sendiri dan sekitarnya," tegasnya.

Pantuan di lapangan, aksi balap liar ini dilakukan oleh dua orang yang menggunakan jalan raya sebagai arena balap dengan jarak tempuh sekitar 100 meter. Mereka berlari di jalanan bebas, tanpa memakai alas kaki.

Fenomena balap lari liar ini juga terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di Ciledug, Tengerang Selatan, di mana pihak kepolisian mengamankan 12 remaja yang melakukan balap lari liar itu.