Satu Orang di DIY Suspek Hantavirus, Dinkes Pastikan Hasilnya Negatif
ยทwaktu baca 2 menit

Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan satu warga asal Kulon Progo yang sempat diduga terpapar hantavirus dinyatakan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan satu kasus suspek yang sempat masuk dalam rilis Kementerian Kesehatan pada Jumat (8/5) itu dipastikan negatif hantavirus.
"Suspek atau terduga hantavirus dari DIY yang sudah terinfo dalam press release Kementerian Kesehatan 8 Mei 2026, sudah dipastikan hasil pemeriksaan laboratoriumnya negatif hantavirus," kata Anung dalam keterangannya, Minggu (10/5).
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan kasus positif hantavirus di DIY sepanjang 2026.
"Tahun 2026 sampai saat ini belum ada laporan kasus positif hantavirus dari sentinel rutin yang telah diperiksa laboratorium," ujarnya.
Meski begitu, Dinkes DIY mencatat ada enam kasus positif hantavirus yang ditemukan sepanjang 2025 melalui surveilans sentinel rutin. Seluruh pasien disebut telah sembuh tanpa ada korban meninggal.
Menurut Anung, seluruh kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia, termasuk di DIY, berasal dari strain Seoul Virus yang termasuk tipe HFRS atau Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome.
Ia menegaskan strain tersebut memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan Andes virus yang belakangan dikaitkan dengan klaster kapal pesiar MV Hondius.
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi, termasuk lewat udara yang terkontaminasi partikel droplet.
Gejala umumnya mulai muncul satu hingga dua minggu setelah terpapar, seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, tubuh lemas, hingga kondisi kulit menguning.
Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari area yang menjadi sarang tikus, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Anung mengatakan pihaknya juga terus melakukan surveilans, pelacakan kasus, pemasangan perangkap tikus, hingga edukasi masyarakat bersama pemerintah kabupaten dan kota di DIY.
"Dinas Kesehatan DIY terus berkomunikasi dengan jajaran Kemenkes RI serta melakukan surveilans ketat dan langkah-langkah pencegahan di wilayah terdampak untuk memastikan situasi tetap terkendali," kata dia.
