SBY: Ada Tanda Pemilu 2024 Tak Jujur dan Adil, Konon Hanya Bisa 2 Paslon Capres
ยทwaktu baca 2 menit

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menyampaikan pernyataan di Rapimnas Demokrat pada Kamis (15/9). Dalam agenda yang tertutup untuk media itu, SBY mengungkapkan harus 'turun gunung' menghadapi Pemilu 2024.
"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang. Saya mendengar, mengetahui bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY dalam video yang diunggah akun TikTok @pdemokrat.sumut, dikutip Sabtu (17/9).
kumparan telah mencoba menghubungi DPD Demokrat Sumut untuk mengkonfirmasi video tersebut. Namun, pesan WhatsApp kumparan hanya dibaca oleh DPD Demokrat Sumut.
SBY mengaku mendapat informasi bahwa Pemilu 2024 akan diatur sedemikian rupa hanya bisa diikuti dua paslon capres-cawapres. Dari informasi itu pula, Demokrat disebut tidak akan bisa mencalonkan capres-cawapresnya sendiri.
"Konon akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka 2 pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka. Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri. Bersama koalisi tentunya," ujarnya.
SBY pun mengecam hal itu karena mengambil hak untuk memilih dan dipilih. Ia mengatakan, selama 10 tahun memerintah tidak pernah melakukan manuver seperti itu.
"Jahat, bukan? Menginjak-injak hak rakyat, bukan? Pikiran seperti itu batil. Itu bukan hak mereka. Pemilu adalah hak rakyat, hak untuk memilih dan hak untuk dipilih," tegasnya.
"Yang berdaulat juga rakyat dan ingat selama 10 tahun dulu kita di pemerintahan, 2 kali menyelenggarakan pemilu termasuk pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," pungkasnya.
****
Ikuti program Master Class Batch 3, 3 hari pelatihan intensif untuk para pelaku UMKM, gratis! Daftar sekarang di LINK INI.
