SBY: Politisi Bakal Diuji Apakah Kekuasaan yang Didapatkan Sah atau Tidak
·waktu baca 2 menit

Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, mengatakan bahwa politik sejatinya adalah cerita tentang kekuasaan. Lewat itu politisasi akan diuji bagaimana cara memperoleh kekuasaan.
“Kita tahu, politik itu sejatinya cerita tentang kekuasaan. Seorang politisi akan diuji, bagaimana cara kekuasaan itu diperoleh apakah sah dan halal, atau tidak,” kata SBY saat menyampaikan pidatonya bertajuk Indonesia 5 Tahun ke Depan: yang Sudah Baik Lanjutkan, yang Belum Baik Perbaiki di Avenzel Hotel, Cibubur, Rabu (7/2).
Kata SBY, ujian tak hanya berhenti saat memperoleh kekuasaan, tapi juga bagaimana mempertahankan dan mengelola kuasa itu. Bagaimana si politisi atau pimpinan menggunakan kekuasaannya.
“Setelah memegang kekuasaan, ia juga akan diuji, bagaimana kekuasaan itu digunakan, disalahgunakan atau tidak,” tambah dia.
Oleh karena itu, SBY, mengimbau semua elemen bangsa untuk berupaya dan sama-sama memastikan Pemilu 2024 berlangsung secara jujur dan adil. Dia mengingatkan pentingnya netralitas bagi aparat negara.
“Negara beserta segala perangkat dan sumber dayanya yang dimiliki, mesti netral. Saya pikir ruang untuk itu tersedia. Negara, utamanya para penyelenggara Pemilu tentu bertanggung jawab penuh untuk memastikan berlangsungnya Pemilu yang jujur dan adil itu,” lanjut dia.
SBY minta masyarakat sama-sama menjaga reputasi nilai demokrasi Indonesia yang sudah dibangun dan diusahakan sejak reformasi.
“Saya hanya ingin bermohon kepada negara dan mengajak masyarakat luas untuk sama-sama menjaga reputasi kita sebagai negara demokrasi … cara terbaik untuk menjaga demokrasi kita, ialah mari kita jaga bersama-sama. Tidak ada cara yang lebih baik. Negara ini, negara kita semua. Ibarat rumah, ini rumah kita bersama,” pungkas dia.
