SBY Punya Pesan Khusus ke Prabowo soal Sosok Cawapres, Apa itu?

22 September 2023 17:35 WIB
·
waktu baca 2 menit
Ketua Dewan Kehormatan Demokrat, Hinca Pandjaitan, ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/9/2023). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Hinca Pandjaitan mengungkapkan Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan mulai membahas cawapres untuk Prabowo Subianto pada akhir pekan ini. Hinca mengatakan pembahasan cawapres memang menunggu Demokrat resmi mendukung Prabowo yang sudah dideklarasikan Kamis (21/9) kemarin.
ADVERTISEMENT
'Jadi kan kami tadi malam baru selesai kalau kita hitung-hitung pendaftaran baca capres tidak jadi dimajuin ya jadi tanggal 19-25 Oktober. Jadi ada pas sekitar 30 [hari lagi] kalau hitungan kami kemarin diskusi yang intensif dilakukan pasca ini Kamis, Jumat, dan ini sudah akhir pekan. Saya kira Sabtu Minggu ini akan menjadi akhir pekan yang tidak libur gitu," kata Hinca di Gedung DPR, Senayan, Jumat (22/9).
"Di Hambalang sudah saling ditemukan, ya kami minta waktu 4 hari untuk membereskan. Kan enggak mungkin kami. Jadi menurut saya Sabtu Minggu koalisi di mitra KIM bakal sibuk," sambungnya.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bernyanyi bersama Bacapres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto pada Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (21/9/2023). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Selain cawapres, Hinca menuturkan koalisi juga akan membahas komposisi tim pemenangan Prabowo di 2024.
"Saya kira iya soal cawapres tim pemenangan nasionalnya strateginya termasuk tagline tadi. Kami itu akan dibahas kalau misalnya belum putus akhir pekan ini masih ada hari pekan berikutnya tapi kan tinggal 3 pekan paling lambat," tutur anggota komisi III DPR itu.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Hinca menambahkan Demokrat tak akan memaksakan nama Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo.
Bacapres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto berdiri di antara Ketum Partai Demokrat AHY dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY di acara Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (21/9/2023). Foto: Youtube Partai Demokrat
"Kalau calon wakil presiden enggak bisa, kita akan mendukung pasangan yang potensi menangnya paling besar. Jadi setelah berjalan panjang, posisi kita pada opsi yang sudah pada pilihan ketiga," ucapnya.