SBY soal Isu Anies-Cak Imin: Saya Tak Menyangka Ada Prahara Seperti Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan keterangan hasil rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jumat (1/9/2023). Foto: YouTube
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan keterangan hasil rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jumat (1/9/2023). Foto: YouTube

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), membuka rapat Majelis Tinggi. Rapat yang digelar di Cikeas, Bogor, ini akan membahas soal langkah politik partai selanjutnya setelah muncul kabar capres Anies Baswedan telah menggandeng Ketum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, di Pilpres 2024.

"Tadi malam sebagaimana saudara ketahui, Sekjen Demokrat sudah mengeluarkan press release. Saya yakin yang membaca terkejut, tidak menyangka ada prahara seperti ini," kata SBY membuka sidang, Jumat (1/9).

SBY mengungkapkan, rupanya kabar itu tak hanya direspons oleh kader partainya saja, tapi masyarakat luas. Ia juga tahu jika kader-kader di lapangan sangat emosional karena kabar ini.

video from internal kumparan

"Nah saya mengetahui kader di lapangan sangat emosional tadi malam itu. Mungkin di antara kita juga tidak bisa menahan perasaan kita," lanjut SBY.

Usai pernyataan pers resmi dari Partai Demokrat itu keluar, sejumlah kader Partai Demokrat di berbagai daerah mulai mencopoti baliho-baliho mereka yang memuat gambar Anies. Bahkan ada beberapa kader yang memilih untuk menghapus atau mencoret foto Anies dari baliho partai.

Sidang Majelis Tinggi Partai ini nantinya akan memuat langkah Partai Demokrat selanjutnya, apakah akan tetap bertahan mendukung Anies atau memilih koalisi lainnya. Meski kabar Anies-Cak Imin sudah beredar, namun sebenarnya hingga Jumat (1/9) sore, Anies maupun Cak Imin belum mengeluarkan pernyataan resmi.

embed from external kumparan