SBY: Tidak Bisa Ada Matahari Kembar dalam Sebuah Negara-Parpol, Akan Kacau
ยทwaktu baca 2 menit

Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengenang ketika dirinya memutuskan pensiun sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
SBY mempercayakan kepemimpinan Demokrat kepada tokoh muda yakni anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono. Setelah tidak menjabat Ketua Umum Demokrat dan purna tugas sebagai presiden, SBY tidak lagi terjun dalam dunia politik.
"Memang, sejak lima tahun yang lalu ketika kepemimpinan Partai Demokrat beralih ke tokoh dan kader yang lebih muda, saya belum pernah ke sini," kata SBY dalam HUT ke-23 Demokrat di DPP Demokrat, Jakarta, Senin (9/9).
"Ini membuktikan bahwa ketika saya mengatakan saya sekarang tidak lagi menangani politik sehari-hari. Day to day politics. Saya pegang kata-kata saya, meskipun hati saya masih di rumah besar ini," tambah dia.
Presiden ke-6 RI ini lantas menyinggung sedikit filsafat mengenai tata surya. Ia menyebut, dalam alam semesta hanya ada satu matahari.
Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari termasuk bernegara, tidak bisa ada matahari kembar atau bahkan lebih. Ia meyakini matahari lebih dari satu akan membuat situasi negara tidak kondusif.
"Ada falsafah yang bagus, belajar dari Tata Surya. Apa yang ada di alam semesta. Di alam ini hanya ada satu matahari. Tidak ada lagi. Sama dengan Partai Demokrat yang kita cintai. Hanya ada satu matahari, yaitu ketua umum kita," kata SBY.
"Akan kacau dalam sebuah negara, dalam sebuah institusi termasuk partai politik kalau mataharinya banyak. Bisa dibayangkan. Makin panas, karena matahari satu sudah panas, kalau ada dua, ada tiga bagaimana," tutur dia.
SBY menyebut, HUT ke-23 Demokrat ini teristimewa karena juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-79.
"Hari ini hari yang indah, hari yang istimewa, hari yang bersejarah. Rasanya kalau saya ikut mengucapkan selamat ulang tahun, sepertinya jeruk makan jeruk. Tetapi sekali lagi congratulations, bersyukur kita," kata SBY.
"Orang seperti saya, ketika mendengar ulang tahun Partai Demokrat, hati ini betul-betul tergetar. Sama dengan para senior. Masih ingat 23 tahun yang lalu, ketika saya menggagas, membentuk, dan sebenarnya mendirikan partai ini," ucap dia.
