Sederet Aksi Prajurit yang Bakal Tersaji di Puncak HUT Ke-80 TNI
·waktu baca 4 menit

Sejumlah atraksi militer bakal memeriahkan puncak peringatan HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10). Kali ini, TNI mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”.
Presiden Prabowo Subianto akan menjadi Irup dalam HUT kali ini. Sedangkan, Komandan Upacara dipercayakan kepada Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi.
Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyebut ribuan personel dan ratusan alutsista akan dilibatkan dalam perayaan tersebut. Freddy menjelaskan, perayaan kali ini akan lebih besar dibanding tahun lalu.
“Rencananya kita akan melibatkan kurang lebih 133 ribu personel, baik itu TNI maupun para pendukung. Ini jauh lebih besar dari tahun lalu. Dari tahun lalu pada HUT ke-79, yang kita lihat begitu besar dan masif itu, itu hanya 100 ribu,” kata Freddy usai gladi bersih di Monas, Jumat (3/10).
Selain personel, sebanyak 1.047 alutsista juga akan dikerahkan dalam parade dan demonstrasi. Freddy menambahkan, peralatan tempur tersebut akan menunjukkan kemampuan TNI di darat, laut, dan udara.
“Kita harapkan nanti pada saat pelaksanaan di tanggal 5, cuaca mendukung, kemudian seluruh kekuatan, baik itu mata darat, laut, dan udara, serta komponen pendukung, bisa memberikan unjuk keterampilan dan kemampuan personel maupun alutsista dengan baik,” jelasnya.
Freddy juga menuturkan bahwa demonstrasi prajurit akan meliputi beragam atraksi, mulai dari simulasi penanggulangan bencana, atraksi victory jump oleh pasukan khusus, hingga pengibaran bendera dengan teknik serbu.
“Selain parade dan defile, nanti akan ada demonstrasi, berbagai unjuk keterampilan prajurit dan alutsista. Seperti yang kita lihat tadi, ada bagaimana penanggulangan bencana, teknik dalam penanggulangan bencana, kemudian kemampuan victory jump dari pasukan-pasukan khusus,” ungkapnya.
Adapun rangkaian kegiatan yang akan ditampilkan meliputi defile (Drumband, pasukan upacara TNI), demo gabungan (flypass pesawat tempur, dogfight, circuit training, perkelahian bebas, manuver ranpur, serbuan kuda, serbuan gedung, penanggulangan bencana alam, air tap, victory jump, dan high speed pas).
Alutsista TNI dari berbagai matra sudah memenuhi Monas dan sekitarnya. Mulai dari tank, panser, rudal, dan berbagai rantis lainnya.
Aksi Laut
Selain gladi yang terus dilakukan oleh TNI, unsur lainnya juga sudah menunjukkan kekuatannya masih dalam rangkaian HUT ke-80 TNI. Misalnya, sailing pass yang digelar oleh TNI AL di Teluk Jakarta, Kamis (3/10).
Presiden Prabowo menyaksikan langsung bagaimana kekuatan laut RI. Termasuk kehadiran KRI Brawijaya yang kini jadi kapal freegat terbesar di Asia Tenggara.
"Hadir di tengah-tengah kita, ada kapal selam autonomous, kemudian ada, mungkin mulai kemarin ya, mulai sailing pass kemarin, unjuk keterampilan TNI AL itu. Ada KRI Belati, KCR, Kapal Cepat Rudal," jelas Freddy.
Aksi Udara
Langit Monas juga akan begitu berwarna saat puncak HUT ke-80 TNI. Tak cuma alutsista dari TNI AU saja yang ambil bagian. Pesawat dan helikopter dari TNI AL dan TNI AD juga akan ambil bagian dalam atraksi kali ini.
Sudah beberapa hari terakhir, langit Jakarta "meraung" dengan semburan jet tempur andalan TNI AU. Mulai F-16 Fighting Falcon. T50-i Golden Eagle, Sukhoi 27/30, hingga Hawk.
“Manuver Bertujuan untuk melumpuhkan dan mengendalikan wilayah Udara,” terang narator gladi.
Tak cuma itu, ada atraksi dari Jupiter Aerobatic Team yang selalu ditunggu di berbagai acara. Belum lagi deretan pesawat angkut TNI, mulai Super Hercules, Boeing, hingga CN.
Ini belum termasuk atraksi dari ragam helikopter TNI. Mulai Superpuma, Caracal, Bell, Apahce TNI AD. Akan ada juga atraksi helikopter dari Pegasus Arobatic Team.
Selain demo serangan udara, HUT TNI tahun ini juga akan diramaikan dengan simulasi operasi pembebasan sandera. Seluruh rangkaian dipersiapkan untuk ditampilkan pada peringatan puncak, Minggu (5/10).
Gladi bersih hari ini dipantau langsung sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAU Marsekal TNI M Tonny Harjono, dan KSAL Laksamana Muhammad Ali.
