Sejarah Gempa Megathrust dan Tsunami di Selatan Jawa

Potensi gempa megathrust dan tsunami di Selatan Jawa yang dipaparkan peneliti ITB membuat geger sebagian publik. Tak sedikit yang risau dan khawatir.
Namun menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono, masyarakat diminta tak khawatir berlebihan. Media juga diimbau memberitakan dengan informasi yang benar.
"Dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 disebutkan bahwa di Samudra Hindia selatan Jawa terdapat 3 segmentasi megathrust, yaitu (1) Segmen Jawa Timur, (2) Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan (3) Segmen Banten-Selat Sunda," beber Daryono memberi penjelasan, Minggu (27/9).
Ketiga segmen megathrust ini memiliki magnitudo tertarget M8,7.
--Daryono
Daryono menjelaskan, besarnya magnitudo gempa yang disampaikan tersebut adalah potensi skenario terburuk (worst case) bukan prediksi yang akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga kapan terjadinya tidak ada satu pun orang yang tahu.
Untuk itu, lanjut Daryono, dalam ketidakpastian kapan terjadinya, kita semua harus melakukan upaya mitigasi.
"Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa zona megathrust selatan Jawa memang sangat aktif yang tampak dalam peta aktivitas kegempaannya (seismisitas)," ujar dia.
Gempa Megathrust di Selatan Jawa
Dalam catatan sejarah, sejak tahun 1700 zona megathrust selatan Jawa sudah beberapa kali terjadi aktivitas gempa besar (major earthquake) dan dahsyat (great earthquake).
Daryono kemudian membeberkan sejarah gempa megathrust di Selatan Jawa.
Gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9 yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi sebanyak 8 kali, yaitu: tahun 1903 (M7,9), 1921 (M7,5), 1937 (M7,2), 1981 (M7,0), 1994 (M7,6), 2006 (M7,8) dan 2009 (M7,3).
--Daryono
Sementara itu, tambah Daryono, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi 3 kali, yaitu: tahun 1780 (M8,5), 1859 (M8,5), dan 1943 (M8,1).
"Sedangkan untuk gempa dengan kekuatan 9,0 atau lebih besar di selatan Jawa belum tercatat dalam katalog sejarah gempa," tegas dia.
Tsunami Selatan Jawa
Sementara itu menurut Daryono terkait wilayah selatan Jawa sudah beberapa kali terjadi tsunami.
Bukti adanya peristiwa tsunami selatan Jawa dapat dijumpai dalam katalog tsunami Indonesia BMKG, di mana tsunami pernah terjadi di antaranya tahun 1840, 1859, 1921, 1921, 1994, dan 2006.
--Daryono
"Selain data tersebut, hasil penelitian paleotsunami juga mengkonfirmasi adanya jejak tsunami yang berulang terjadi di selatan Jawa di masa lalu," tutur Daryono,
Daryono menerangkan, seringnya zona selatan Jawa dilanda gempa dan tsunami adalah risiko yang harus dihadapi oleh masyarakat yang tinggal dan menumpang hidup di pertemuan batas lempeng tektonik. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, inilah risiko yang harus dihadapi.
"Apakah dengan kita hidup berdekatan dengan zona megathrust lantas kita selalu dicekam rasa cemas dan takut? Tidak perlu, karena dengan mewujudkan upaya mitigasi yang konkrit maka kita dapat meminimalkan risiko, sehingga kita masih dapat hidup aman dan nyaman di daerah rawan bencana," tutup dia.
