Sejumlah Fakta Terkait Ledakan di Pamulang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memeriksa rumahnya yang rusak terdampak ledakan misterius di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (12/9/2025).  Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga memeriksa rumahnya yang rusak terdampak ledakan misterius di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (12/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Ledakan keras di Jalan Talas II, Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (12/9). Dentuman yang terdengar hingga radius ratusan meter itu terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Hal tersebut sontak membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah.

BPBD Tangsel mendata, sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) atau 84 jiwa terdampak atas kejadian tersebut. Sejumlah rumah juga rusak hingga ada warga yang terluka.

Berikut sederet fakta terkait ledakan di Pamulang tersebut:

84 Jiwa Terdampak

Warga mengamati rumah yang rusak terdampak ledakan misterius di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (12/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

BPBD Tangsel mendata, sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) atau 84 jiwa terdampak atas kejadian tersebut.

"Total ada 84 jiwa yang terdampak, saat ini tim melakukan assesment kaji kebutuhan korban pengungsi," kata Dian Wiryawan selaku Penata Layanan Operasional, Danton Satgas PB BPBD Tangsel.

Warga yang terdampak membutuhkan tempat pengungsian, matras, logistik makanan, selimut, air mineral dan terpal.

"Ada beberapa kebutuhan yang sudah didata, sedang menunggu assesment-nya," ujarnya.

kumparan post embed

7 Warga Luka, 13 Rumah Rusak

Warga berada di atas rumah yang rusak terdampak ledakan misterius di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (12/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Akibat ledakan itu, sedikitnya 3 rumah hancur dan 10 rumah lainnya rusak ringan. Para korban telah dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat dan RS Hermina untuk mendapatkan perawatan medis.

"Ada 3 rumah hancur, lalu sekitar 10 rumah rusak ringan. Terdata juga 7 warga menjadi korban luka, termasuk seorang balita. Mereka mengalami luka bakar dan luka ringan," ujar Ketua RT 03/02 Pondok Cabe Ilir, Masturo.

"Untuk yang balita alhamdulilah kondisinya sudah membaik, tapi yang alami luka cukup parah masih perawatan medis," tambahnya.

kumparan post embed

Tim Gegana Diturunkan ke Lokasi

Gegana Polri dan Brimob bersenjata lengkap diturunkan ke lokasi ledakan di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (12/9/2025). Foto: Dok. kumparan

Tim Gegana datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka dikerahkan untuk mengungkap penyebab ledakan tersebut.

Sebelumnya lokasi itu telah disterilisasi oleh petugas Brimob bersenjata lengkap. Selain itu Brimob juga ditugaskan untuk mengamankan sekitar TKP.

"Jadi Brimob yang datang ke lokasi ini karena tengah melaksanakan BKO di Polres Tangerang Selatan hanya turut mengamankan perimeter selama kami melakukan olah TKP," ujar Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang.

kumparan post embed

Bukan Bom

Polisi berjaga di dekat lokasi terjadinya ledakan misterius di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (12/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Hasil pemeriksaan Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya memastikan asal ledakan yang terjadi di Pamulang bukan bom.

"Jadi, setelah kita lakukan sterilisasi dengan alat deteksi yang ada, tidak ditemukan adanya jenis bom atau jenis bom peledak," kata Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya, Kompol Nofriansyah kepada wartawan, Jumat (12/9).

Proses sterilisasi difokuskan di empat rumah dengan kondisi kerusakan paling parah.

Dalam proses sterilisasi tersebut, tim Gegana Brimob mengerahkan dua unit pasukan yang terdiri tim Penjinak Bom (Jibom) dan Kimia, Biologi dan Radioaktif (KBR).

"Jadi intinya kesimpulannya tidak ada yang disebut bom," katanya.

Di kesempatan yang sama, Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang mengatakan, untuk olah TKP awal tidak ditemukan adanya bom sebagai dugaan penyebab ledakan.

kumparan post embed

Regulator Gas Rusak

Barang bukti yang dibawa petugas dari lokasi ledakan permukiman di Pamulang, Tangsel, Jumat (12/9/2025). Foto: Dok. kumparan

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, yang menurunkan timnya ke lokasi, mengungkapkan penyebab ledakan tersebut.

"Hasil Olah TKP menunjukkan bahwa ledakan gas disebabkan oleh akumulasi gas dalam ruangan tertutup yang terpicu percikan api," ujar Henik mengawali penjelasan.

"Tim menemukan regulator gas dalam keadaan rusak dan dililit isolasi hitam, tabung gas 12 kg dalam keadaan kosong, serta tuas kompor gas dalam posisi ON," kata Henik.

"Selain itu, terlihat adanya bekas efek api pada benda-benda yang mudah terbakar," ujarnya.

kumparan post embed

Tabung Gas-Kompor Jadi Barang Bukti

Puslabfor Mabes Polri membawa sejumlah barang bukti dari empat rumah yang terdampak parah akibat ledakan tersebut.

"Tabung gas 12 kilogram satu, tabung gas 3 kilogram 3 buah, kemudian ada selang regulator dan satu buah kompor gas. Kemudian ada bahan bahan bekas terbakar," kata Kasubdit Metalurgi Forensik Puslabfor Polri, Kompol Heriyandi di lokasi, Jumat, (12/9).

kumparan post embed