Sekjen Gerindra: Kita Semua Ingin Prabowo Maju Jadi Capres di 2024
·waktu baca 2 menit

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta kader partainya terus melakukan konsolidasi menjelang Pemilu 2024. Hal ini disampaikan Muzani saat menghadiri rapat koordinasi DPD Gerindra Bangka Belitung.
"Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada Partai Gerindra sebagai partai terbesar kedua berdasarkan suara nasional. Ini berkat kerja keras dari semua kader Gerindra mulai dari ranting, PAC, DPC, DPD, hingga DPP termasuk para caleg yang telah memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia dan akhirnya partai dipercayai," kata Muzani dalam keterangannya, dikutip, Minggu (29/8).
Dalam kesempatan itu, Muzani kembali menegaskan bahwa Gerindra tetap menginginkan sang ketum, Prabowo Subianto, maju sebagai capres di 2024. Majunya Prabowo sebagai capres penting demi memberi keadilan bagi seluruh rakyat.
"Itu sebabnya, kita semua ingin agar Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Gerindra Pak Prabowo dalam Pilpres 2024 maju sebagai calon presiden. Karena kita ingin memberi bakti yang lebih besar dalam jabatan eksekutif pemerintahan bagi kemaslahatan bangsa dan negara, yakni keadilan kemakmuran untuk semua rakyat Indonesia," jelas Muzani.
Selain itu, Muzani juga mengingatkan seluruh pengurus dan kader Gerindra untuk terus berjuang bagi rakyat. Ia pun mengingatkan pernyataan Prabowo bahwa kekuatan dari perjuangan Gerindra adalah dukungan rakyat.
Wakil Ketua MPR ini juga berpesan agar jajaran Gerindra tak henti melakukan penguatan diri, dari tingkat desa atau ranting sampai pusat. Ia juga meminta pengurus dan kader Gerindra memanfaatkan medsos sebagai alat perjuangan.
Kalau itu terjadi, maka Gerindra akan menjadi kekuatan politik yang didukung rakyat.
"Nantinya, Gerindra besar karena adanya support dan basis yang kuat dari pendukungnya. Bukan karena sebuah pencitraan yang dibungkus seolah-olah sebagai sebuah kenyataan padahal kosong," kata Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.
"Kita tidak ingin membangun kekuatan partai politik yang seolah-olah besar, tapi tidak mendapatkan support dan dukungan rakyat hanya karena kebutuhan pencitraan," tutup dia.
