Sekolah Umum di Jabar Masih Ditutup, Pesantren Boleh Buka dengan Syarat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sektor pendidikan seperti sekolah negeri maupun swasta belum bisa beroperasi pada awal tahun ajaran 2020/2021 pada pertengahan tahun ini.
Pria yang akrab disapa Emil itu menuturkan, sampai wabah virus corona belum dapat dikendalikan, maka sekolah di Jabar kemungkinan bakal kembali dibuka Januari 2021 .
"Apakah betul sampai 2021? Itu perkiraan, jika semester ini COVID-nya masih belum terkendali maka kemungkinan disiapkan mental sampai Januari 2021," kata Emil melalui keterangannya, Senin (8/6).
Namun demikian, Emil mengatakan, untuk daerah-daerah yang masuk ke dalam zona hijau maka dimungkinkan ada pertemuan secara fisik.
Sejauh ini, 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat dipastikan belum ada yang masuk ke zona hijau. Dengan rincian 15 kota berada di zona biru, sedangkan 12 lainnya di zona kuning.
"Kalau kita bisa mengendalikan zona hijau maka dalam rentang hari ini sampai Januari mungkin ada pertemuan fisik," kata dia.
Akan tetapi, kondisi berbeda untuk pesantren. Karena memiliki proses pembelajaran berbeda dengan sekolah umum, maka pihak pesantren diperbolehkan mengirim surat permohonan pembukaan kembali. Dengan syarat, pihak pesantren sudah menyiapkan protokol kesehatannya.
"Pesantren agak berbeda jadwalnya dengan sekolah umum, maka pengelola pesantren segera mengirimkan surat permohonan pembukaan pesantren dengan menunjukkan bahwa mereka sudah menyiapkan protokol kesehatan dan menunjuk manajer COVID-19-nya," ungkap dia.
"Insyaallah pola ini akan kita terapkan juga, ini mengindikasikan tidak ada perlakuan yang sama untuk semua permasalahan," tandas Emil.
Ridwan Kamil sebelumnya memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah Jabar hingga 12 Juni 2020.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
