Selama Latihan Jadi Paskibraka, Tiara Tak Pernah Mengeluh Sakit

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desak Putu Tiara, gadis pembawa baki saat upacara penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2019. Foto: Facebook/Tiara Angela
zoom-in-whitePerbesar
Desak Putu Tiara, gadis pembawa baki saat upacara penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2019. Foto: Facebook/Tiara Angela

Kadispora Buleleng, Gede Dharmaja, mengatakan, Desak Putu Tiara (17), pembawa baki bendera yang meninggal misterius, dalam kondisi sehat selama menjalani pelatihan paskibraka kurang lebih satu bulan.

Menurutnya, Tiara tak pernah absen latihan pagi dan sore bersama rekan-rekan seangkatanya. Tiara merupakan paskibraka yang membawa baki saat upacara penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja.

“Enggak pernah dia mengeluh sakit, sehat walafiat,” ujar Gede saat dihubungi, Senin (11/11).

Ilustrasi paskibraka. Foto: ANTARAFOTO/Wahyu Putro

Menurut Gede, saat menjalani tes kesehatan menjadi anggota paskibraka, Tiara tidak memiliki riwayat penyakit dan kondisinya sehat, bugar. Dia pun cukup kaget mendengar Tiara meninggal karena penyakit misterius.

“Dia selalu menurut dengan pelatih, tidak banyak ngomong. Kita berduka cita dengan kehilangannya dia karena satu syarat bisa jadi anggota (paskibra) kan harus sehat walafiat,” kata Gede.

Desak Putu Tiara. Foto: Facebook/@Tiara Angela

Gede mengenang sosok siswi SMAN 3 Singaraja ini sebagai pribadi yang ceria, rajin, dan ramah.

Untuk mengenang sosok Tiara dan jasanya saat HUT ke-74 RI, Pemkab Buleleng memberikan penghargaan. Apalagi, dia tak bisa ikut bertamasya keliling Bali dengan rekan-rekan seangkatannya sebagai bonus karena bertugas sebagai tim paskibra karena sakit.

“Ada penghargaan yang telah kita berikan kepada orang tuanya, baik itu dari Dispora dan Bupati Buleleng saat melayat ke rumah duka. Nilainya tidak bisa disebutkan, pokoknya ada. Kita berikan karena tradisi setelah acara kita bertamasya bareng tapi almarhum tidak ikut karena sakit,” kata Gede.

kumparan post embed

Tiara meninggal dengan penyakit misterius setelah dirawat di RS Kertha Usada, Buleleng, selama kurang lebih lima hari.

Dia hanya mengeluh demam, pusing, dan mual. Selama dirawat, Tiara dalam kondisi koma. Cairan hijau sebanyak setengah botol air sempat keluar dari hidungnya.

Dokter mengatakan, jantung dan paru-paru Tiara telah rusak. Tapi, dokter belum mengetahui sebab rusaknya organ dalam Tiara ini.