Selentingan Reshuffle Makin Kencang, tapi Hanya Jokowi yang Tahu Kapan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi lantik keanggotaan Kompolnas periode 2020-2025 di Istana Negara. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi lantik keanggotaan Kompolnas periode 2020-2025 di Istana Negara. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Wacana reshuffle kabinet kian kencang. Isu reshuffle semakin menguat menyusul peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud, pembentukan Kementerian Investasi, serta teka-teki Kepala BRIN.

Selain itu, muncul kabar Presiden Jokowi bakal merotasi sejumlah pos kementerian lain. Banyak yang memprediksi, reshuffle kabinet digelar pada Rabu (21/4) sebagaimana kebiasaan Presiden Jokowi mengambil keputusan penting. Hari Rabu dalam kepercayaan orang Jawa dianggap sebagai hari baik.

Namun menurut Wakil Ketua DPR Bidang Koordinator Polkam, Azis Syamsuddin, belum ada undangan ke DPR dari Istana mengenai reshuffle.

Azis menegaskan belum ada pemberitahuan apa pun dari Istana terkait reshuffle kabinet. Namun, ia tak tahu apakah Ketua DPR Puan Maharani sudah mendapat undangan.

"Belum. Saya belum terima sampai siang (20/4) ini, belum," kata Azis di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Anggota Komisi III DPR Fraksi NasDem Taufiqulhadi. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Sementara Ketua DPP NasDem, Taufiqulhadi, berpandangan tak akan ada reshuffle dalam waktu dekat.

"Saya yakin tidak akan ada reshuffle dalam waktu dekat," kata Taufiqulhadi.

Isu reshuffle belakangan ini memang menyasar menteri asal partai politik. Tiga kursi menteri asal Partai NasDem ramai diisukan akan dievaluasi, alias masuk daftar nama yang akan direshuffle.

Wasekjen DPP NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan kembali sikap NasDem, yaitu tak mencampuri keputusan prerogatif Presiden.

"Karena ini di medsos kita semua mendengar, tapi karena ranahnya kementerian, sesuai konstitusi itu kita ndak pernah ikut campur, itu hak prerogatif Presiden. Ya kita serahkan saja pada presiden," kata Hermawi.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Begitu pula yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Nama Moeldoko disebut-sebut kena reshuffle usai manuvernya ikut dalam gerbong KLB Demokrat. Namun ia enggan menanggapi panjang lebar. Dia hanya menegaskan persoalan reshuffle menjadi kewenangan Presiden Jokowi.

"Yang tahu hanya presiden. Reshuffle yang tahu hanya presiden," kata Moeldoko.

Santernya isu reshuffle membuat nama-nama muncul ke permukaan sebagai calon potensial menduduki posisi menteri.

Di antara nama beredar yang bakal masuk kabinet adalah Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti. Dalam reshuffle terakhir, Mu'ti sempat ditawari Wamendikbud, tapi menolak.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti. Foto: Dok. Istimewa

Ketua Umum DPP Prajaniti Hindu Indonesia, --organisasi pelayanan seperti Muhammadiyah dan NU, KS Arsana, menilai Abdul Mu’ti sangat layak dipertimbangkan oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu kandidat menteri, khususnya untuk menangani bidang pendidikan.

“Saya sudah lama kenal Mas Mu’ti, bahkan kami sahabat dalam gerakan-gerakan membangun toleransi dan persaudaraan kebangsaan melalui wadah Persaudaraan Anak Bangsa,” ucap KS Arsana.

Dalam konteks pendidikan, menurutnya toleransi dan persaudaraan kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini melalui lembaga pendidikan. Karena tujuan pendidikan selain untuk mencerdaskan bangsa juga yang sama pentingnya adalah membangun karakter bangsa.

"Dan Mas Mu’ti figur yang sangat tepat untuk itu. Menjadikan Mas Mu’ti sebagai bagian dari tim kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Wapres Ma’aruf Amin akan berdampak dua kesuksesan bagi bangsa ini," bebernya.

Menseneg Pratikno memberikan keterangan pers soal perombakan kabinet. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Meski demikian, semua masih sebatas prediksi dan analisa, termasuk soal waku reshuffle. Namun yang pasti, Mensesneg Pratikno menyatakan pada Rabu (21/4) ini Presiden Jokowi tidak akan melakukan reshuffle kabinet.

"Besok enggak ada reshuffle," tegas Pratikno.

Dia meminta semua pihak untuk tetap menunggu kapan keputusan reshuffle diambil Jokowi.

"Ditunggu saja," tutupnya.