News
·
26 Januari 2021 15:28

Selidiki Longsor Sumedang, Polisi Periksa Pengembang hingga Ahli Geologi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Selidiki Longsor Sumedang, Polisi Periksa Pengembang hingga Ahli Geologi  (1663)
Proses evakuasi jasad dari timbunan longsor di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (13/1). Foto: Dok. Istimewa
Polisi terus menyelidiki izin pembangunan perumahan di titik longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengatakan, sudah ada enam hingga tujuh pihak dimintai keterangan.
ADVERTISEMENT
Menurut Erdi, mereka yang dimintai keterangan atau diperiksa terdiri dari pengembang di lokasi perumahan yang longsor itu hingga ahli tata ruang. Permintaan keterangan dilakukan guna mengetahui ada atau tidak unsur pidana dalam perkara itu. Musibah longsor itumengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.
"Kurang lebih ada enam atau tujuh ya, dari pengembang, dari ahli, baik itu ahlinya seperti ahli tata ruang terus kemudian dari pihak perusahaan lalu ahli Geologi, BMKG, lalu ahli pidana ya, apakah kejadian tersebut ini merupakan bagian dari pelanggaran hukum pidana apa tidak," kata Erdi kepada wartawan, Selasa (26/1).
Erdi menduga perumahan tersebut mengakibatkan terjadinya tanah longsor. Penyebabnya diduga drainase di perumahan itu bermasalah kemudian ditambah curah hujan yang tinggi hingga mengakibatkan longsor. Intinya, kasus itu sedang ditangani oleh Polres Sumedang.
ADVERTISEMENT
"Mungkin saja dari drainasenya ya dengan curah hujan yang tinggi, drainase itu seandainya tidak dilakukan pembetonan dan sebagainya, nah ini ketika curah hujan tinggi akan menyebabkan longsor, itu yang sedang diselidiki oleh Polres Sumedang," ucap dia.
"Kita klarifikasi mengumpulkan data, dokumen-dokumen perizinan, dan sebagainya, itu sedang didalami pihak Polres Sumedang. Sudah ada pendekatan-pendekatan dari pihak Polres (kepada warga), yang penting bahwa Polres sedang bekerja soal kejadian kemarin," pungkas Erdi.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa longsor itu terjadi lantaran hujan yang turun dengan intensitas tinggi di sekitar kawasan itu. Selain itu, longsor itu pun terjadi lantaran kondisi tanah di sekitar lokasi yang tak stabil. Lokasi perumahan itu juga berada di lereng perbukitan yang sangat curam.
ADVERTISEMENT