Seminggu Sejak Luhut Minta COVID-19 di Bali Terkendali, Bagaimana Hasilnya?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga yang menyebarang ke Bali dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, diminta menunjukkan surat bebas corona yang ada barcode-nya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga yang menyebarang ke Bali dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, diminta menunjukkan surat bebas corona yang ada barcode-nya. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memberikan tanggapan terkait permintaan dari Koordinator PPKM Level Jawa-Bali, Luhut B Panjaitan.

Luhut sebelumnya meminta Satgas COVID-19 Bali mengendalikan kasus dalam satu minggu terhitung Kamis (13/8). Rata-rata kasus harian di Bali menyentuh angka seribuan sejak Juli 2021 lalu.

kumparan post embed

Setelah satu minggu telah berlalu, bagaimana penanganan COVID-19 di Bali?

Pria yang akrab disapa Cok Ace itu mengatakan, secara umum kasus di Bali telah menurun. Dalam tiga hari belakangan, kasus baru COVID-19 di angka 700-800 kasus per hari. Selain itu tingkat kesembuhan di angka 1.000 hingga 2.000 ribu orang per hari.

"Lebih baik dibanding hari sebelumnya, kita bisa masuk ke angka 3 digit untuk yang positif, yang sebelumnya hampir menyentuh angka dua ribu, tapi alhamdulilah, astungkara (syukur) kami sudah bisa di bawah angka seribu bahkan kemarin 700 ini cukup bagus dan di atasi dengan jumlah kesembuhan yang selalu lebih tinggi daripada yang positif," kata Cok Ace dalam Rakor Penguatan Sistem dan Strategi Percepatan Penanganan COVID-19 di Bali secara virtual, Kamis (19/8).

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace. Foto: Denita br Matondang/kumparan

Namun masih ada pekerjaan rumah (PR) bagi Satgas COVID-19 di Bali yakni angka kematian masih tinggi. Rata-rata kematian harian COVID-19 di Bali di atas angka 30-40 orang.

Berdasarkan pantauan kumparan sejak 1 Juli hingga 18 Agustus atau sejak PPKM Darurat dan Leveling diberlakukan ada 48.423 orang dinyatakan positif, 37.677 orang sembuh dan 1.331 orang meninggal terpapar COVID-19.

"Cuma masih yang jadi PR kami angka kematian beberapa hari terakhir cukup tinggi, kemarin 66 orang ini perlu kita analisa lagi asal-usul kematian tersebut," kata dia.

embed from external kumparan

Ia menduga penyebab kematian masih tinggi adalah komorbid dan vaksinasi. Sebagian besar kasus COVID-19 yang meninggal belum mendapatkan vaksinasi.

"Sebagian besar memang ada sakit bawaannya dan usia (tua) dan ada juga yang belum divaksin. 10 persen yang meninggal memang belum divaksin," kata dia.

Warga melakukan ziarah kubur saat Hari Raya Idul Fitri di luar pagar kawasan Pemakaman Muslim Wanasari, Denpasar, Bali, Minggu (24/5). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Lebih lanjut,, Cok Ace membantah penurunan kasus disebabkan rendahnya testing dan tracing di Bali. Ia menuturkan, target testing di Bali sekitar 5 ribu per orang. Satgas COVID-19 juga telah memperbanyak relawan untuk melakukan testing terhadap kontak erat kasus COVID-19.

"Bukan, memang kalau kita melihat kan baru apa itu Pak Luhut datang besoknya langsung turun. Kan memang tidak bisa seketika turun, angkanya fluktuatif," tutup Cok Ace.