Sempat Dipulangkan, 2 Korban Tabrakan Kereta Kembali Dirawat di RSUD Kota Bekasi
·waktu baca 2 menit

Dua korban kecelakaan yang sebelumnya sempat dipulangkan dari RSUD Kota Bekasi kembali menjalani perawatan setelah mengalami keluhan lanjutan, salah satunya sesak napas.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, dr Sudirman, menjelaskan kedua pasien tersebut awalnya datang ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan kondisi ringan sehingga diperbolehkan pulang oleh dokter.
“Ada dua pasien. Jadi mungkin pada saat kejadian dia masuk ke IGD, mungkin karena ringan ya, diperiksa dokter juga udah boleh pulang. Nah, si yang bersangkutan juga tidak ada keluhan atau keluhannya ringan, akhirnya pulang,” ujar Sudirman.m di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4).
Namun, beberapa hari setelah kejadian, kondisi keduanya memburuk dan kembali datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Nah, dua hari berikutnya tiba-tiba ada yang mengeluh sesak napas dan lain-lain, jadi masuk lagi ke IGD kami, kemudian kita rawat,” lanjutnya.
Saat ini, kedua pasien tersebut telah dirawat kembali di RSUD Kota Bekasi dan berada dalam pemantauan tim medis.
Sudirman menjelaskan, total hingga saat ini terdapat 17 pasien yang menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Ia menambahkan, 3 di antaranya harus melakukan tindakan bedah akibat luka yang cukup parah.
"Ya, kondisinya hari ini ada tiga yang dioperasi. Ya tentunya kalau perawatan kan dengan kondisi sedang berat ya. Kalau kondisi ringan kan kita pulangkan," kata Sudirman.
Mengenai jenis penanganan operasi yang dilakukan, Sudirman mengatakan bahwa salah satu korban harus melewati tindakan bedah besar di area rongga perut.
"Ya memang ada operasi perut. Ada operasi bedah besar ya, bedah besar di abdomen istilahnya, di perut. Tapi terkait apa yang dilakukan dokter spesialisnya, itu mungkin nanti saja kalau misalnya memang dokter DPJP-nya berkenan menjelaskan," ungkapnya.
Guna menangani seluruh korban, Sudirman mengungkapkan, pihaknya telah mengerahkan tim medis gabungan yang terdiri dari berbagai bidang keahlian. Penanganan disesuaikan dengan jenis luka dan dampak yang dialami oleh masing-masing korban.
“Pertama spesialis bedah, yang kedua spesialis ortopedi, yang ketiga spesialis bedah saraf. Dan jika terjadi kondisi yang membutuhkan dokter spesialis lainnya, kita akan konsulkan," jelasnya.
"Seperti penyakit dalam, saraf ya, neurologi. Dan mungkin nanti ke depannya bisa fisioterapi untuk pemulihan, recovery dari fungsi organnya," tandasnya.
