News
·
17 Oktober 2020 14:08

Senjata Makan Tuan, Pasutri di Blora Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Senjata Makan Tuan, Pasutri di Blora Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus (128073)
Petani di Blora tewas akibat tersengat jebakan tikus. Foto: Dok: istimewa
Pasangan suami istri (pasutri) di Dukuh Peting, Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tewas tersengat jebakan tikus di pinggir sawah miliknya sendiri.
ADVERTISEMENT
Pasutri itu bernama Jamal (60) dan Lani (55), keduanya adalah warga setempat. Jasad kedua petani tersebut ditemukan oleh menantunya tergeletak di sawah pada Jumat (16/10) malam.
"Itu ditemukan menantunya pada malam hari dengan luka bakar di bagian tangan kanan akibat tersengat setrum jebakan tikus," kata Kasatreskrim Polres Blora, AKP Setiyanto, Sabtu (17/10).
Senjata Makan Tuan, Pasutri di Blora Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus (128074)
Petani di Blora tewas akibat tersengat jebakan tikus. Foto: Dok: istimewa
Informasi yang dihimpun kepolisian, pasutri tersebut pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB pergi ke sawah dan bilang ke keluarganya. Namun hingga malam hari keduanya tidak kunjung pulang. Kemudian menantunya nyusul ke sawah.
"Sesampainya di sawah, menantunya sudah melihat jasad mertuanya kaku tergeletak di pinggir sawah yang ditanami padi," terang dia.
Setiyanto menyampaikan, aliran listrik jebakan tikus itu dipasang oleh korban sendiri di pematang sawah miliknya, karena hama hewan pengerat tersebut di Blora bagian selatan sangat meresahkan petani.
ADVERTISEMENT
"Sudah lama dipasangnya. Sawah di Blora selatan banyak yang dipasangi jebakan tikus dengan aliran listrik," kata dia.
Menurut Setiyanto, kejadian tersebut murni kecelakan akibat memegang kawat yang telah dialiri listrik bertegangan tinggi. Pada tubuh jasad pasutri tersebut tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.
"Pihak petugas malam itu juga bersama warga kemudian mengevakuasi kedua korban untuk diserahkan ke keluarganya," ucap dia.
Setiyanto meminta agar masyarakat tidak lagi menggunakan listrik untuk menjebak hama tikus di sawah. Sebab hal itu bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
"Mohon jangan lagi menggunakan aliran listrik untuk jebakan tikus, itu membahayakan," pinta dia.
"Kami menganjurkan agar para petani menggunakan alternatif lain untuk mengusir hama tikus," imbuh Setiyanto.
ADVERTISEMENT
Peristiwa serupa juga terjadi di Bojonegoro. Empat orang yang masih satu keluarga tewas setelah tersengat aliran listrik yang dipakai untuk jebakan tikus di area persawahan desa setempat.