Sentra Grosir Cikarang Atur Pedagang dengan Sistem Ganjil Genap

Pengelola Sentra Grosir Cikarang (SGC) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berencana membuat skema ganjil genap untuk para pedagang. Peraturan tersebut dibuat untuk mendukung kebijakan new normal mencegah penyebaran virus corona.
Deputi Building Manager SGC, Ridwan Arifin, mengatakan sebanyak 1.400 pedagang di SGC telah menyetujui pemberlakuan aturan tersebut.
"Kami dari manajemen sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pemilik tenan untuk persiapan pengoperasian kembali," ujar Ridwan dikutip dari Antara, Sabtu (13/6).
Nantinya para pedagang akan diberi nomor. Nomor tersebut menentukan kapan para pedagang bisa membuka tokonya.
"Artinya, para pedagang yang mendapat nomor ganjil akan buka pada tanggal ganjil, begitupun sebaliknya," ucapnya.
Para pedagang telah membuat kesepakatan dengan tandatangan di atas materai. Ridwan mengatakan, pada prinsipnya semua setuju mengikuti penerapan protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku.
Dengan penerapan skema itu Ridwan berharap ketentuan tentang pembatasan fisik dapat terpenuhi karena kapasitas mal hanya akan terisi setengahnya.
"Kami juga akan buat batas antar-pedagang yakni berjarak 1,5 meter. Minimal dari total 1.400 kios yang ada, akan buka sekitar 700 kios saja dan untuk persiapan ganjil genap sudah kami pasang nomor-nomor tenan," ungkapnya.
Bagi para pengunjung pun diharuskan mengikuti protokol kesehatan seperti mengikuti antrean dan menghindari kerumunan.
"Pengunjung SGC juga wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk mal," ucapnya.
Pihaknya juga melarang anak usia di bawah tiga tahun memasuki mal. Namun, ketentuan ini menurut dia perlu perhatian lebih. Sebab diperkirakan banyak pengunjung yang datang ke mal untuk mengajak anaknya bermain.
"Kalau pengunjung agak susah diatur dan tidak mau mengikuti protokol kesehatan terpaksa kami larang masuk," kata dia.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona). Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
