Seorang Perempuan Ngamuk di Tengah Rapat Kapolri dengan Komisi III DPR
·waktu baca 2 menit

Komisi III DPR hari ini menggelar rapat kerja bersama Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait evaluasi dan rencana kerja Polri pada tahun 2023 mendatang.
Saat Kapolri hendak menjawab sejumlah pertanyaan dari anggota Komisi III, terlihat seorang perempuan berteriak dari atas balkon ruang rapat Komisi III DPR RI. Perempuan tersebut berteriak menyampaikan interupsi sehingga membuat rapat kerja sempat berhenti sebentar.
Wanita itu menagih keseriusan Kapolri untuk mengatasi investasi bodong. Dia mengatakan laporan investasi bodong terhadap PT MBM sudah berjalan selama dua tahun namun sampai hari ini belum ada kepastian.
“Minta tolong Pak Kapolri, LP kami sudah dua tahun pak, telah ada ribuan orang pak,” ujar wanita itu berteriak dari atas balkon.
Mendengar hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa, meminta supaya perempuan itu tidak berteriak di ruang rapat karena bukan anggota DPR dan memintanya untuk keluar dari ruang rapat.
“Tolong diamankan ya ini rapim anda bukan anggota DPR. Atau saya keluarkan. Anda tidak punya nomor punggung,” kata Desmond.
Sementara itu, Kapolri berjanji akan menemui perempuan tersebut setelah rapat bersama komisi III berlangsung.
“Biar saja nanti ketemu dengan saya tidak masalah,” ujar dia.
Pengamanan dalam (Pamdal) DPR kemudian menyeret perempuan itu keluar dari ruang rapat. Ia pun terus berteriak meminta keseriusan Polri dalam mengatasi investasi bodong yang ia alami.
“70 Persen katanya citra Polri naik, tapi bagi kami 8 ribu lebih korban NMSI. 30 Ribu lebih korban PT MBM. Citra Polri nol, nol persen!” teriak wanita tersebut.
