Sepak Terjang Gibran: Dulu Usaha Kuliner Kini Maju di Pilwalkot Solo

kumparanNEWSverified-green

Gibran Rakabuming Raka tiba di kantor DPP PDIP. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gibran Rakabuming Raka tiba di kantor DPP PDIP. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Langkah putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota di Pilwakot Solo semakin mantap. Gibran akhirnya mendapatkan rekomendasi dari PDIP dan akan dipasangkan dengan Teguh Prakosa.

Rencananya, Gibran dan Teguh hari ini diundang ke kantor DPD PDIP Jawa Tengah untuk menerima rekomendasi maju Pilwalkot Solo.

Kepastian majunya Gibran di Pilwalkot Solo bersama Teguh Prakosa pertama kali disampaikan oleh Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. Namun, Rudy masih enggan memastikan siapa yang didaulat menjadi cawalkot dan siapa yang menjadi calon wawalkot.

"Ya (benar), yang diundang itu Teguh dan Gibran. Pak Pur (Achmad Purnomo) tak diundang, kira-kira yang dapat rekomendasi itu," ujar pria yang akrab disapa FX Rudy ini di Balai Kota Solo, Kamis (16/7).

Gibran memang tidak dari awal terjun ke politik. Awalnya, ia lebih dikenal sebagai pebinis. Namun, siapa sangka akhirnya ia mengikuti jejak sang ayah.

Karier sebagai Pebisnis

(KI-KA) Randy, Gibran, Arnold, dan Kaesang di pembukaan Mangkok Ku Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Gibran sudah menekuni dunia bisnis di usia yang cukup muda, yakni 23 tahun. Saat itu, ia membuka bisnis usaha katering Chilli Pari di Solo.

Kemudian Gibran melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka kedai martabak 'Markobar' yang kini dapat ditemui di beberapa kota di Indonesia.

Lalu usaha bisnis lainnya seperti menjual jas hujan bermerek Tugas Negara Bos yang dijual online, produk makanan dan minuman ringan, startup kuliner Goola, hingga membuka restoran Mangkok Ku bersama Kaesang dan chef Arnold Poernomo.

Sempat Ogah Masuk Politik

Gibran dan Selvi Ananda di RS YPK Mandiri, Jakarta, Jumat (3/8). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Gibran sempat mengaku enggan terjun ke dunia politik agar tak membentuk politik dinasti, alias politik kekeluargaan. Pada Maret 2018, ia mengaku tak mungkin membentuk dinasti politik karena bapaknya tak memiliki partai.

“Dinasti apa? Bapak saja enggak punya partai, kok pengin (bikin) dinasti,” ujar Gibran, Minggu (11/3/2018).

Selain itu, dunia politik bukanlah bidang yang ditekuninya. Sehingga, ia khawatir jika terlibat politik maka akan membuat rakyat susah.

Enggak ada dinasti. Kasian rakyatnya kalau ada dinasti. - Gibran

"Sekolahnya juga bukan sekolah politik, bukan bidangnya,” ucap dia.

Presiden Joko Widodo dan keluarga saat bincang santai bersama wartawan Istana Kepresidenan. Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Hal senada sempat diutarakan Jokowi, yang saat itu belum melihat ada minat politik dari Gibran. Berbeda dengan menantunya, Bobby Nasution, yang sudah mulai bisa diajak bicara tentang politik.

"Kalau saya lihat ya, saya sebagai bapaknya anak-anak. Kan sering ngomong-ngomong, ngobrol, ngomong-ngomong, ngobrol. Gibran ini belum. Feeling politiknya kok belum. Masih senang 100 persen di dunia usaha," kata Jokowi di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12/2018).

kumparan post embed

Akan tetapi, omongan tersebut berubah total. Menurut Gibran, jalur politik dapat membantu banyak orang ketimbang melalui jalur pengusaha.

"Jadi kalau pengin menyentuh banyak orang ya harus terjun ke dunia politik. Itu saja. Kebijakan yang pro rakyat sehingga bisa menyentuh banyak orang. Karena pengusaha yang sukses itu harus ada yang namanya pengembalian ke masyarakat," ungkap Gibran.

Awal Terjun ke Dunia Politik

Gibran Rakabuming usai pertemuan dengan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. Foto: kumparan

September 2019, Gibran tiba-tiba muncul menemui Ketua DPC PDIP Solo sekaligus Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di rumah dinas Walkot Solo. Saat ini, Gibran mengaku hanya ingin bersilaturahmi.

Namun, nyatanya, kedatangan Gibran sekaligus menanyakan mekanisme pencalonan Wali Kota Solo lewat PDIP.

"Saya bicara normatif saja dan memaparkan sekilas aturan partai soal mekanisme pencalonan cawali dan cawawali dari PDIP," kata Rudy, Rabu (18/9/2019).

Kepada Gibran, Rudy menyebut ada beberapa persyaratan untuk mendaftar sebagai bakal calon peserta Pilkada 2020 yang diusung PDIP. Syarat utama harus memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP.

Gibran Rakabuming Raka, anak Presiden Jokowi, resmi jadi kader PDIP setelah buat KTA di DPC PDIP Solo. Foto: Dok. Kumparan

Tak sampai seminggu setelah pertemuan dengan Rudy, Gibran pun mendaftarkan diri sebagai kader PDIP Solo. Ia membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) di kantor DPC PDIP Solo di Laweyan, Solo.

"Saya di sini selain mengurus KTA, sekaligus menanyakan perihal formulir pendaftaran calon wali kota Solo," tutur Gibran di lokasi.

Gibran mengungkapkan, dia telah memenuhi semua persyaratan membuat KTA PDIP. Pembuatan KTA ini merupakan syarat utama jika Gibran ingin maju di Pilwalkot Solo 2020 melalui PDIP.

"Saya pilih PDIP sebagai kendaraan politik karena sesuai ideologi," ujarnya.

Sempat Ditolak DPC PDIP Solo

Meski sudah mendaftarkan diri sebagai kader PDIP, langkah bapak dua anak ini tak semulus yang dibayangkan. DPC PDIP Solo sempat menutup kemungkinan mengusulkan nama Gibran lantaran mereka sudah memiliki calonnya sendiri, yakni Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan

Rudy menjelaskan sudah ada pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sebagai bakal cawali dan cawawali yang diusung PDIP. Kedua pasangan ini sebelumnya mengambil formulir pendaftaran. Sehingga Gibran sudah tak punya peluang maju.

"Dia (Gibran) bisa saya katakan peluangnya tertutup dan tidak ada kesempatan lagi mendaftar cawali dari PDIP. Kita enggak buka pendaftaran. Kita tugaskan Purnomo-Teguh sebagai cawali dan cawali dari DPC PDIP Solo," ungkap Rudy saat itu.

Setelah mendapat 'penolakan' dari DPC PDIP Solo, sempat muncul wacana Gibran akan maju lewat jalur independen. Namun, wacana ini dibantah oleh Gibran.

Ia pun berkonsultasi dengan senior-senior dan politikus PDIP di tingkat pusat. Dari situlah, ia masih mungkin mendaftar melalui DPD dan DPP PDIP.

kumparan post embed

Bertemu Megawati

Untuk membuktikan keseriusannya maju Pilwalkot Solo, Gibran pun sowan ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

"Di Solo kan saya sudah mengambil KTA, KTA PDIP, ya sudah sewajarnya saya sowan dan silahturahmi ke senior-senior," tuturnya.

Gibran Rakabuming Raka saat tiba dirumah Megawati, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Dalam pertemuan selama sejam itu, selain bilang sudah menjadi kader PDIP, ia juga menyampaikan rencananya maju sebagai bakal calon wali kota.

"Saya sampaikan ke Ibu Mega, saya tidak akan maju lewat independen seperti dikatakan di Solo kemarin. Itu tidak benar. Jadi saya tidak pernah berkata kepada siapa pun, di mana pun, kalau saya akan maju lewat independen. Saya akan berjuang melalui PDIP," ungkap Gibran.

Daftar Lewat DPD PDIP Jateng

Gibran kian memantapkan langkahnya maju Pilkada Solo dengan mendaftarkan diri di DPD PDIP Jawa Tengah di Semarang, Kamis (12/12/2019). Dalam kesempatan itu, Ibu Negara sekaligus ibu Gibran, Iriana, juga ikut melepas putranya ke Semarang bersama para relawannya.

Gibran daftar Pilwalkot Solo diantar Iriana Widodo. Foto: dok. kumparan

"Dengan kerendahan hati saya minta doa restu kepada semuanya agar diberikan kemudahan dan kekuatan serta kelancaran selama mendaftar cawali di DPD PDIP Jawa Tengah" kata Gibran sebelum menuju kantor DPD PDIP Jateng.

Ia juga mengungkapkan pesan dari Jokowi. Gibran diminta mengikuti seluruh mekanisme yang berlaku dan tak menggunakan cara-cara curang.

"Pesan bapak, harus melalui proses. Jadi, semua proses harus dilalui jangan ada jalan pintas. Semua mekanisme partai harus dilakukan," ucap dia.

Gibran Rakabuming Raka saat mendaftar jadi calon Walkot Solo di DPD PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Fit and Proper Test

Setelah mendaftarkan diri di DPD PDIP Jateng, ia kemudian menjalani fit and proper test. Selama 1,5 jam menjalani fit and proper test, ia mendapat pertanyaan salah satunya soal alasan bergabung dengan PDIP.

“Terus (ditanya) bagaimana kalau nanti dapat rekomendasi (sebagai calon Walkot Solo), bagaimana kalau tidak mendapat rekomendasi, visi misi,” ujar Gibran.

Foto bersama Bakal Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Achmad Purnomo di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/2). Foto: Dok. PDIP

Selain di DPD, Gibran bersama Achmad Purnomo juga menjalani fit and proper test di Kantor DPP PDIP, Februari 2020.

Usai menjalani tes, Gibran dan Purnomo sama-sama menunggu rekomendasi dari DPP PDIP.

Mendapat Rekomendasi

Bakal Calon Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menjawab pertanyaan wartawan di Kantor DPP PDIP, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Namun, Kamis (16/7) kemarin, Rudy akhirnya mengungkapkan bahwa Gibran dan Teguh Prakosa resmi diusung PDIP untuk Pilwalkot Solo 2020. Keduanya pun diminta datang ke Kantor DPD PDIP Jateng hari ini untuk menerima rekomendasi secara virtual.

Apa kata Gibran saat dirinya masuk daftar rekomendasi bakal calon Wali Kota Solo? "Saya mohon doanya saja agar semua dilancarkan," tutup Gibran.

embed from external kumparan

=====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona