Sepanjang 2019, 942 Ribu Hektar Lahan dan Hutan Terbakar

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo, menyampaikan kaleidoskop bencana 2019. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo, menyampaikan kaleidoskop bencana 2019. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Berdasarkan data BNPB, lahan seluas 942.485 hektar terbakar akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2019. Menurut Kepusdatinmas BNPB Agus Wibowo, lahan-lahan tersebut mayoritas berada di Provinsi Kalimatan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Selain itu, terdapat 194.802 sebaran titik panas di sejumlah lokasi. Namun, paling banyak berada di Kalimantan tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, serta Riau.

Kebakaran Hutan Kebakaran lahan gambut dan hutan di Taman Nasional Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti

"Bencana ini menimbulkan total kerugian ekonomi hingga Rp 75 triliun atau setara dengan 52 juta USD," ucap Agus di Grha BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/12).

Sementara dari segi penanganan, ada 53 helikopter water bombing. Proses tersebut sudah menghabiskan sekitar 471 juta liter air untuk memadamkan api.

"Ada 9.072 personel gabungan yang dikerahkan dan menghabiskan Rp 3,3 triliun," jelasnya.

kumparan post embed

Berikut 5 provinsi dengan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan terbanyak berdasarkan data BNPB:

Kalteng: 161.297 hektar

Kalbar: 131.654 hektar

NTT: 120.143 hektar

Kalsel: 115.317 hektar

Sumsel: 92.635 hektar

kumparan post embed

Berikut 5 provinsi dengan titik api terbanyak berdasarkan data BNPB:

Kalteng: 39.612 titik

Kalbar: 25.456 titik

Sumsel: 22.446 titik

Jambi: 12.485 titik

Riau: 12.260 titik