Sepekan Terakhir, Depok Catat Peningkatan Kasus Corona Tertinggi di Jabar

Kota Depok menempati posisi pertama dengan peningkatan kasus positif virus corona tertinggi di Jawa Barat, berdasarkan data Satgas COVID-19 hingga 2 Agustus 2020.
Jika diakumulasi secara nasional, Kota Depok menempati peringkat ke-18 dengan peningkatan kasus positif virus corona tertinggi.
"Kota Depok menempati peringkat ke-18 jumlah kumulatif kasus tertinggi di Indonesia. Yang kedua adalah Kota Bekasi di peringkat ke-19, Kota Bandung peringkat 33, dan terakhir Kota Banjar 381," jelas Tim Pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (6/8).
Hal yang sama juga terlihat jika kasus dikelompokkan berdasarkan per 100 ribu penduduk. Jika sebelumnya, Kota Depok menempati peringkat ke-18, maka peringkatnya berubah menjadi ke-65.
"Kemudian Kota Bekasi peringkat 119, Kota Cimahi 135, dan paling rendah Majalengka peringkat 455. Kemudian Ciamis 444, Cianjur 437. Semakin besar peringkat maka semakin kecil ditemukan kasus di sana," kata Dewi.
Penambahan Kasus Corona di Kota Depok Seminggu Terakhir
Dewi mengakui tidak ada kabupaten/kota di Jabar yang masuk 10 besar dengan jumlah peningkatan kasus terbanyak dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, dalam sepekan terakhir, Kota Depok mengalami pertumbuhan kasus cukup tinggi, dan jadi yang tertinggi di Jawa Barat.
"Kota Depok terjadi peningkatan 86,4 persen, sebelumnya dalam seminggu terdapat 59 kasus, meningkat jadi 110. Kemudian Kota Bekasi sebanyak 55,3 persen, sebelumnya 76 kemudian jadi 118," ujar Dewi.
Baik dilihat secara akumulasi dan per 100 ribu penduduk, maka Kota Depok masih menempati peringkat pertama pertambahan kasus di Jawa Barat.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
