Seperti Era SBY, Demokrat Harap Ketua MPR Dijabat Oposisi

Ketua Fraksi Demokrat MPR, Benny K Harman, menilai seharusnya jabatan Ketua MPR diserahkan kepada partai oposisi. Hal itu juga pernah dilakukan saat Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat dan menyerahkan kursi Ketua MPR kepada kader PDIP Taufiq Kiemas.
"Kami dulu musyawarah mufakat, itu tidak hanya kata-kata, contohnya waktu kami menang pemilu 148 kursi, dan yang lebih dahsyat lagi kami serahkan kursi ketua MPR kepada partai oposisi," kata Benny dalam rapat konsultasi gabungan antara fraksi DPR dengan fraksi DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10).
"Pertimbangan utamanya, sebagai presiden, menang pemilu, partai pemenang pemilu melihat dirinya untuk dikoreksi juga," imbuhnya.
Menurut Benny, check and balances sangat diperlukan untuk bisa menciptakan pemerintahan yang baik. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan kepada partai oposisi untuk menjabat Ketua MPR.
"(Ketika itu) oposisi pun kita kasih kesempatan untuk menjadi Ketua MPR. (Untuk sekarang) harusnya begitu, ya kan. Kalau memang dia take, kita sudah give," ungkapnya.
Namun, Benny menegaskan, pernyataannya itu bukan berarti menunjukkan dukungannya kepada Gerindra untuk mendapatkan posisi Ketua MPR. Ia menyebut, usulannya itu lebih kepada memberikan rujukan dalam menentukan Ketua MPR.
"Enggak (dukung Gerindra), kami terserah siapa. Tapi kami mau menyampaikan kepada teman-teman kami dulu sudah kasih contoh bagaimana mendukung siapa ketua MPR," tutupnya.
Hingga saat ini, ada dua kandidat kuat calon Ketua MPR, Ahmad Muzani dari Gerindra dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari Golkar. Gerindra menilai, kader partainya lebih tepat menjadi Ketua MPR agar bisa menjadi penyeimbang di pemerintahan.
Gerindra juga tengah melobi sejumlah partai yang belum mendeklarasikan dukungannya untuk ikut memilih Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR. Namun, di sisi lain, sejumlah partai seperti PDIP, NasDem, dan PKB justru sudah mendeklarasikan dukungannya kepada Bamsoet.
Sementara itu, DPD RI juga ingin posisi Ketua MPR jatuh ke tangan pimpinan dari unsurnya, Fadel Muhammad. Sebab, sebagai fraksi dengan jumlah anggota terbesar, DPD RI merasa pantas mendapatkan kursi tersebut.
