Serba-serbi Puan Maharani Jadi Ketua DPR RI Lagi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puan Maharani terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 2024-2029 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). Foto: YouTube/ DPR RI
zoom-in-whitePerbesar
Puan Maharani terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 2024-2029 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). Foto: YouTube/ DPR RI

Puan Maharani terpilih lagi menjadi Ketua DPR RI periode 2024-2029. Ini kali pertama petahana terpilih untuk kedua kalinya duduk sebagai orang nomor satu di DPR.

Terpilihnya Puan diputuskan dalam sidang paripurna penetapan pimpinan DPR yang dipimpin oleh pimpinan sidang sementara yakni Guntur Saksono dari Partai Demokrat dan Annisa Mahesa, Selasa (1/10) kemarin.

Guntur merupakan anggota DPR tertua kedua berusia 78 tahun. Sementara Annisa merupakan anggota DPR termuda berusia 23 tahun.

Dalam aturan UU MD3, kursi Ketua DPR merupakan hak dari parpol pemenang Pileg. Dari hasil Pemilu 2024, PDIP kembali menjadi jawara untuk ketiga kalinya. Di posisi kedua ditempati Golkar dan ketiga disusul Gerindra.

Para Wakil Ketua DPR RI

Puan didampingi oleh empat wakil ketua. Mereka adalah:

  • Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra)

  • Cucun Syamsurijal (PKB)

  • Adies Kadir (Golkar)

  • Saan Mustopa (NasDem)

kumparan post embed

Puan: DPR Harapan Rakyat

Ketua DPR Puan Mahrani (kanan) menyampaikan pidato perdana usai terpilih dalam Rapat Paripurna Pemilihan Pimpinan DPR 2024-2029 di Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa (1/10/2024). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Setelah diambil sumpah sebagai Ketua DPR, Puan berpidato. Dalam pidatonya, Puan mengingatkan kepada seluruh anggota dewan jika mereka adalah harapan rakyat.

"Sidang dewan yang terhormat, DPR RI, sebagai lembaga negara yang memiliki kekuasaan konstitusional, menjadi harapan rakyat. Oleh karena itu maka DPR RI akan selalu menjadi sorotan seluruh rakyat, baik di dalam sidang-sidang DPR RI, kegiatan anggota di daerah pemilihan, pernyataan-pernyataan yang disampaikan bahkan dalam kegiatan-kegiatan di luar tugas DPR RI," kata Puan.

"Kita harus mawas diri dalam menjalankan jabatan sebagai wakil rakyat," tambah dia.

Eks Menko PMK ini menekankan, anggota DPR RI memiliki kewajiban sebagai wakil rakyat. Anggota DPR dituntut memiliki rasa kepedulian, empati, simpati pada permasalahan rakyat.

"Kita dituntut dapat memperjuangkan aspirasi rakyat, kita harus dapat menempatkan diri dengan memperhatikan kepantasan sosial," ucap dia.

Kembalikan Kepercayaan Publik

Dalam kesempatan yang sama, Puan juga bicara soal cara mengembalikan kepercayaan publik ke DPR. Dalam berbagai survei, DPR kerap berada di urutan bawah sebagai lembaga yang dipercaya publik.

Puan membeberkan langkah agar DPR kembali dipercaya oleh rakyat. Ia menyebut, kunci utama adalah komunikasi.

"DPR akan membuka ruang pintu, aspirasi rakyat selebar-lebarnya dan menampung aspirasi rakyat itu untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada di DPR," kata Puan.

"Nantinya tentu kami bersama akan membuka ruang-ruang untuk bisa menindaklanjuti hal tersebut dengan diberikan kepada komisi dan alat kelengkapan dewan yang kemarin belum tertampung," ucap dia.

Ketua DPP PDIP ini menyebut, ke depan ada penambahan komisi dan diharapkan bisa menampung aspirasi rakyat yang selama ini belum tertampung di DPR.

Kekayaan Pimpinan DPR RI

Ketua DPR Puan Mahrani (tengah) bersama Wakil Ketua DPR mengangkat palu pimpinan usai terpilih saat Rapat Paripurna Pemilihan Pimpinan DPR 2024-2029 di Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa (1/10/2024). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Puan Maharani

Puan Maharani menjadi Pimpinan KPK dengan harta kekayaan paling tinggi. Kekayaannya mencapai Rp 552 miliar. Sebagian besar hartanya tersebut berupa tanah dan bangunan sebanyak 97 aset. Laporan terakhirnya itu tercatat pada 31 Maret 2024.

Berikut rinciannya:

  • Sebanyak 97 aset berupa tanah dan bangunan yang berada di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Gianyar, Denpasar, Tabanan, Bogor, Depok, Klungkung, Badung, hingga Bangli. Nilainya sebesar Rp 273.183.277.100.

  • Kendaraan berupa mobil VW Beetle, Toyota Land Cruiser Jeep, VW Karman Ghia, Daihatsu Taruna, serta tiga Mercedes Benz serta 3 unit motor Harley Davidson. Nilainya Rp 1.530.000.000.

  • Harta Bergerak Lainnya: Rp 5.000.000.000

  • Surat Berharga: Rp 235.998.518.139

  • Kas dan Setara Kas: Rp 84.369.638.334

  • Utang: Rp 47.193.693.055

  • Total: Rp 552.887.740.518

Sufmi Dasco Ahmad

  • Sebanyak 10 tanah dan bangunan di Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, Tangerang, dan Bandar Lampung. Total nilai asetnya Rp 39.748.278.000.

  • Kendaraan berupa mobil Bentley, Jaguar, Volvo, Lexus, hingga VW. Totalnya senilai Rp 4.060.000.000.

  • Harta Bergerak Lainnya: Rp 5.720.466.382

  • Surat Berharga: Rp 1.490.000.000

  • Kas dan Setara Kas: Rp 26.005.079.143

  • Harta Lainnya: Rp 8.200.000.000

  • Total: Rp 79.029.023.525

(Laporan harta kekayaan ini tercatat per 28 Maret 2024)

Cucun Ahmad Syamsurijal

  • Sebanyak 13 tanah dan bangunan yang seluruhnya berada di Bandung. Nilainya Rp 14.620.000.000.

  • Kendaraan berupa mobil Jeep dan BMW Crossover serta 26 unit mesin tenun dan empat mesin warping. Nilainya Rp 3.745.000.000.

  • Harta Bergerak Lainnya: Rp 2.040.000.000

  • Kas dan Setara Kas: Rp 2.915.000.000

  • Harta Lainnya: Rp 1.200.000.000

  • Utang: Rp 2.400.000.000

  • Total: Rp 22.120.000.000

(Laporan harta kekayaan ini tercatat per 6 Agustus 2024)

Adies Kadir

  • Sebanyak 5 tanah dan bangunan di Surabaya dan Bekasi. Nilainya Rp 5.516.840.000.

  • Kendaraan berupa mobil Mitsubishi Pajero, BMW, dan Toyota Alphard. Nilainya Rp 2.000.000.000.

  • Harta Bergerak Lainnya: Rp 1.355.000.000

  • Kas dan Setara Kas: Rp 2.300.000.000

  • Total: Rp 11.171.840.000

(Laporan harta kekayaan ini tercatat per 3 Juni 2024)

Saan Mustopa

  • Sebanyak 5 tanah dan bangunan di Bekasi dan Karawang. Nilainya Rp 2.470.000.000.

  • Kendaraan berupa mobil Dodge Journey, Toyota Fortuner, dan Toyota Innova Zenix. Nilainya Rp 1.210.000.000.

  • Harta Bergerak Lainnya: Rp 25.000.000

  • Kas dan Setara Kas: Rp 999.029.924

  • Harta Lainnya: Rp 1.414.916.005

  • Total: Rp 6.118.945.929

(Laporan harta kekayaan ini tercatat per 30 Maret 2024)