Serbia Incar Pekerja Indonesia di Bidang Kontruksi hingga Makanan dan Minuman

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Serbia  Nikola Selakovic di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (23/5). Foto: Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Serbia Nikola Selakovic di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (23/5). Foto: Kemlu RI

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyambut baik minat Pemerintah Serbia yang ingin mempekerjakan lebih banyak migran Indonesia.

"Saya senang mencatat minat Serbia untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja Indonesia di berbagai sektor," kata Retno saat konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Serbia, Nikola Selakovic di Jakarta.

Retno mengatakan, sejumlah sektor industri di Serbia seperti konstruksi, perhotelan, makanan, dan minuman sedang membutuhkan pasokan pekerja tambahan. Pekerja migran asal Indonesia bisa bekerja di berbagai sektor tersebut.

Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Serbia Nikola Selakovic di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (23/5). Foto: Kemlu RI

Untuk mendorong kerja sama ketenagakerjaan kedua negara berjalan baik, Retno berharap agar Serbia bisa memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para calon pekerja Indonesia.

"Saya mengharapkan dukungan Serbia untuk memastikan perlindungan dan kepastian hukum yang lebih baik bagi pekerja migran Indonesia," tutur Retno.

Selain membahas kerja sama tenaga kerja, dalam pertemuan yang sama Retno juga mengungkap beberapa kerja sama lain yang tercipta antar kedua negara.

Indonesia dan Serbia sepakat untuk bekerjasama dalam sektor ketahanan pangan. Kerja sama itu berangkat dari imbas perang di Ukraina yang berdampak pada ketahanan pangan global, khususnya kenaikan harga pangan.

Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Serbia Nikola Selakovic di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (23/5). Foto: Kemlu RI

Retno menjelaskan, kedua negara pada akhirnya sepakat akan meningkatkan perdagangan komoditas atau pertanian, khususnya dalam bentuk gandum. Indonesia akan menggandeng badan usaha milik negara, PT Berdikari untuk menjalankan kesepakatan tersebut.

Di samping itu, Retno juga mengungkap tren positif perdagangan dan investasi Indonesia dan Serbia. Pada 2021, perdagangan bilateral kedua negara telah mencapai hingga USD 26,8 juta atau sekitar 380 miliar.

"Saya berterima kasih atas kesediaan Serbia untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor minyak sawit Indonesia hingga 30 persen," kata Retno.

Terakhir, Retno juga mengungkap kedua negara akan terus mendorong peningkatan kerja sama di bidang sosial budaya. Indonesia dan Serbia sepakat untuk melanjutkan Dialog Antaragama Bilateral Indonesia-Serbia (ISBID).

"Saya berterima kasih kepada Menteri Selakovic dalam menyampaikan undangan untuk ISBID ke-5 di Serbia," tutup Retno.

Penulis: Sekar Ayu.