Seskab: Prabowo Bertemu 24 Profesor Top di Inggris, Ingin Kampus RI Naik Level

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Raja Charles III saat menghadiri pertemuan kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Raja Charles III saat menghadiri pertemuan kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 24 profesor dari 24 kampus papan atas di Inggris. Pertemuan itu dilakukan Prabowo di sela kunjungan kerjanya ke London.

"Bapak Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas top di Inggris Raya. Jadi ada King's College, ada Oxford University, Imperial College, kemudian Edinburgh, gitu ya kira-kira, dan 20 lainnya," kata Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/1).

Dalam pertemuan itu, Teddy memaparkan, Prabowo menjajaki kerja sama pada bidang pendidikan dengan kampus-kampus ternama di Inggris. Sebab, Prabowo mau membuka 10 kampus baru di Indonesia.

"Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran. Kemudian di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), itu nanti beliau akan buat di Indonesia," ucap Teddy.

"Harapannya dengan profesor-profesor kemarin dari top university di Inggris, akan bisa kerja sama," tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara UK-Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, Londong, Inggris, Selasa (20/1) Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Bentuk kerja sama yang diharapkan, menurut Teddy, adalah penambahan mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Inggris. Juga, kampus di Inggris bisa membuka universitas di Indonesia.

Selain itu, ada pula rencana kerja sama berupa pertukaran dosen.

"Kemudian yang kedua juga nanti pertukaran dosen. Kira-kira begitu. Jadi ada dari profesor mereka yang nanti akan mengajar di universitas kita," jelas Teddy.

"Dengan bertemu kemarin ada Menteri Pendidikan UK juga, kemudian ada dari Russell Group, top-top university itu, harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia," ucap dia.