Seskab Teddy: Presiden Akan Jajal Kereta Nusantara Explorer Semarang ke Batang

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menjajal Kereta Api Nusantara Explorer dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Kereta tersebut akan digunakan Presiden untuk melakukan perjalanan dari Semarang menuju Batang setelah meresmikan pemugaran Stasiun Semarang Tawang.
Teddy mengatakan, kunjungan Prabowo diawali dengan peresmian pemugaran Stasiun Tawang Semarang yang merupakan salah satu bangunan cagar budaya bersejarah.
"Pagi ini, Presiden Prabowo akan bertolak menuju Semarang untuk meresmikan pemugaran Stasiun Tawang Semarang, salah satu cagar budaya bersejarah yang berdiri sejak 1914 dan untuk pertama kalinya dipugar secara resmi. Pemugaran stasiun ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo kepada Direktur Utama KAI pada 2025," kata Teddy dalam unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, Kamis (30/7).
Usai agenda tersebut, Teddy menyebut Prabowo akan melakukan uji coba Kereta Api Nusantara Explorer menuju Kota Batang.
"Selanjutnya, Presiden Prabowo akan menaiki Kereta Api Nusantara Explorer menuju Kota Batang untuk melakukan uji coba. Kereta ini merupakan wujud keinginan Presiden agar KAI memiliki layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat," ujarnya.
Setelah menjajal kereta tersebut, Teddy mengatakan, Prabowo dijadwalkan menghadiri akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar secara serentak di berbagai daerah.
"Setelah itu, Presiden Prabowo akan meresmikan pelaksanaan akad massal 62.000 rumah KPR Subsidi yang dilaksanakan di 165 titik di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi, dengan acara utama dipusatkan di Kota Batang, Jawa Tengah," tutur Teddy.
Adapun, pemugaran Stasiun Semarang Tawang merupakan bagian dari upaya pemerintah melestarikan bangunan cagar budaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Renovasi tahap pertama mencakup penataan ruang tunggu, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, hingga peningkatan sistem drainase guna mengantisipasi banjir rob.
Sementara itu, akad massal KPR subsidi di Batang merupakan bagian dari Program Tiga Juta Rumah yang ditujukan untuk memperluas akses kepemilikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebanyak 62.000 debitur akan mengikuti akad secara hybrid, terdiri atas 200 peserta hadir langsung di Batang dan 61.800 peserta lainnya mengikuti secara daring dari 36 provinsi.
