Setahun Berlalu, Polisi Identifikasi Pembunuh Andriana di Bogor

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana TKP pembunuhan Andriana, seorang siswi SMK di Jl Riau, Bogor Timur. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana TKP pembunuhan Andriana, seorang siswi SMK di Jl Riau, Bogor Timur. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Kasus pembunuhan siswi SMK di Bogor bernama Andriana Yubelia Noven Cahya mulai menemukan titik terang. Polres Bogor Kota telah menemukan petunjuk yang merujuk pada identitas pelaku.

Terbunuhnya Andriana pada 8 Januari 2019 menghebohkan publik. Sejumlah orang sempat diperiksa kepolisian. Tapi, penyelidikan sempet terhenti karena bukti dan petunjuk yang minim.

Wakapolres Bogor Kota AKBP Arsal Sahban mengatakan, penyidik telah menemukan petunjuk kuat yang mengarah ke seseorang. Meski begitu, pihaknya masih butuh bukti tambahan untuk menguatkan petunjuk yang ada.

Jalan menuju TKP pembunuhan Andriana, seorang siswi SMK di Jl Riau, Bogor Timur. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

"Penyidik sudah memiliki petunjuk kuat yang mengarah kepada pelakunya," kata Arsal kepada kumparan, Minggu (2/2).

"Perlu tambahan alat bukti lain untuk memperkuat petunjuk tersebut, supaya tidak dapat lepas dari jerat hukum nantinya," tambah Arsal.

video youtube embed

Arsal menyebut, pelaku masih terus dibuntuti kepolisian. Hingga saat ini pelaku masih belum ditangkap sampai bukti kuat dimiliki kepolisian.

“Belum tertangkap ya,” ucap Arsal.

Sebelumnya, kasus penusukan kepada murid SMK di Bogor Andriana Yubelia Noven Cahya (18) atau dikenal Andriana masih menjadi misteri. Noven tewas setelah ditusuk oleh seseorang dan dibiarkan terkapar bersimbah darah.

Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat masih menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jabar menuturkan, terdapat kendala teknis dalam pengungkapan kasus terbunuhnya Noven.

Menurut Truno, polisi masih melengkapi alat bukti terutama soal saksi. Dia menyebut, tidak ada saksi yang berada di lokasi ketika kejadian berlangsung.

kumparan post embed

"Proses penyelidikan kembali melengkapi alat bukti yang ada. Ini minimnya saksi di TKP walaupun adanya saksi petunjuk saksi sebelum dan sesudah kejadian tapi pada saat kejadian tidak ada," kata dia kepada wartawan, Kamis (11/7).

Selain saksi, Truno mengatakan, barang bukti lainnya berupa CCTV memiliki resolusi yang rendah sehingga sulit diperbesar untuk melihat secara jelas wajah pelaku.

"Juga alat bukti petunjuk berupa video CCTV yang memang secara teknis juga resolusinya sangat rendah untuk bisa di-zoom atau diperbesar untuk detail melihat wajah daripada pelaku," ungkap dia.