Setop Persekusi, Indonesia Negara Hukum Bukan di Hutan Rimba

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Erlinda Komisioner KPAI (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Erlinda Komisioner KPAI (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Sudah banyak korban persekusi atau main hakim sendiri. Korban ini mengalami intimidasi dan bullying. Bukan hanya korban yang mengalami trauma, tetapi juga keluarga.

{Baca: Remaja Korban Persekusi Disarankan Pindah Kontrakan}

Terakhir kasus Putra Mario Alfian (15), yang tinggal di Cipinang Muara, Jakarta Timur, Jumat (2/6) . Pada Minggu (28/5), dia mengalami pemukulan oleh orang-orang dewasa yang merupakan anggota Ormas.

X post embed

Bermula dari status Mario di facebook yang dinilai menghina ulama. Dia lalu disatroni, dan seperti dalam video yang menyebar ada intimidasi dan kekerasan.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda saat di Polda Metro Jaya, menyampaikan agar aksi persekusi dihentikan.

"Pancasila dikotori dan negara Indonesia adalah negara hukum dan bukan negara di hutan rimba," jelas Erlinda.

Sangat prihatin di masyarakat kita opini yang digiring, dan ini murni kasus kriminalitas. Kami ingatkan dan kembalikan lagi disini tidak ada Ahokers dan tidak ada HRS

Erlinda Komisioner KPAI (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Erlinda Komisioner KPAI (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Dua pelaku persekusi (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Dua pelaku persekusi (Foto: Aria Pradana/kumparan)