Shinzo Abe, Perdana Menteri Terlama Pemilik Darah Biru Politik Jepang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PM Jepang Shinzo Abe. Foto: Issei Kato/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
PM Jepang Shinzo Abe. Foto: Issei Kato/Reuters

Sepanjang sejarah Jepang, Shinzo Abe (65) adalah Perdana Menteri dengan masa pemerintahan terlama.

Total sembilan tahun Abe memerintah Jepang. Masa jabatan pertama dijalankan Abe pada 2007 sampai 2008.

Dia lalu memerintah lagi pada 2012 sampai pada hari Jumat, 28 Agustus 2020.

PM Jepang Shinzo Abe. Foto: Issei Kato/Reuters

Pengunduran diri Abe sama sekali tidak mengejutkan. Kurang lebih sepekan terakhir, kabar mengenai niat Abe untuk meletakkan kekuasaan santer terdengar.

Hal itu karena dalam sepekan Abe dua kali bolak-balik ke rumah sakit. Tidak ada pernyataan resmi soal sakit yang diderita Abe, namun diduga kuat, radang usus besar yang dideritanya kambuh.

Darah Biru Politik Jepang

PM Jepang Shinzo Abe. Foto: Toru Hanai/Reuters

Perjalanan politik Abe sampai menjadi orang nomor satu di pemerintahan, nampaknya sudah dimulai sejak dia lahir pada 21 September 1954.

Dalam diri Abe mengalir darah biru politik Jepang. Ia merupakan cucu dari eks PM Jepang Nobusuke Kishi. Pamannya Eisaku Sato, sebelum rekornya dipecahkan Abe, adalah PM terlama di Jepang.

Abe pun dibesarkan untuk mengikuti jejak sang kakek, demikian dikutip dari ABC News.

PM Jepang Shinzo Abe. Foto: Toru Hanai/Reuters

Setelah lulus dari universitas, Abe sedikit keluar jalur. Dia memilih bekerja di perusahaan baja Kobe Steel pada 1979.

Kiprah Abe di dunia kerja hanya berlangsung tiga tahun. Pada 1982, Abe mundur dari Kobe Steel dan memilih serius menekuni politik.

Pada masa awal di dunia politik, Abe pernah menjadi ajudan Sekjen Partai LDP (Liberal Democratic Party) dan Ketua Majelis Umum LDP.

Pada 1993, Abe baru masuk ke parlemen Jepang. Pada 2005, karier politik Abe meningkat, ia terpilih jadi Kepala Sekretaris Kabinet di masa pemerintahan PM Junichiro Koizumi.

Setahun sesudahnya, pada 2006, Abe naik ke pucuk tertinggi pemerintahan dengan menjadi PM. Dengan usia baru 52 tahun, Abe ketika itu menjadi PM termuda di Jepang.

embed from external kumparan

Periode awal pemerintahan Abe hanya berlangsung setahun. Karena sakit radang usus besar pada 2007, Abe mundur.

Pada Desember 2012, Abe kembali ke bangku kekuasaan. Di periode kedua ini Abe mengusung agenda nasionalis yang memprioritaskan perekonomian.

Selama memerintah di periode kedua, Abe melakukan beberapa gebrakan. Dia memperkuat kemampuan pertahanan Jepang dan memperluas aliansi dengan sekutu dekat AS.

Abe pun menguatkan sektor pendidikan dan profil Jepang di dunia internasional.

Mengutip NHK, prioritas Abe adalah menghidupkan kembali perekonomian Jepang dan menerapkan serangkaian kebijakan yang dikenal dengan sebutan Abenomics, yang ditujukan untuk mencegah deflasi.

Setelah ia menjabat, indeks rata-rata Nikkei pulih ke tingkat di atas 20.000 poin. Selain itu, rasio lowongan pekerjaan juga membaik.

Namun, kemudian datanglah pandemi corona. Sebelum mengundurkan diri hari ini, popularitas Abe sempat merosot. Langkah penanganan virus corona yang diambilnya dianggap tidak ampuh memutus penularan infeksi COVID-19 di Jepang.

kumparan post embed

Jepang bahkan sempat menjadi salah satu negara paling terdampak corona di Asia.

Meski demikian, dalam pidato kemundurannya hari ini Abe menyatakan, tren kasus corona di Jepang saat ini telah turun. Penurunan tren COVID-19 ini yang mendorongnya untuk mengundurkan diri.