Singapura Perluas Pengetatan: Larang Dine In; Kaji Pawai Kemerdekaan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung melihat koleksi binatang dengan menerapkan jaga jarak sosial (social distancing) di Kebun Binatang Singapura, Singapura, Senin (6/7).  Foto: Roslan RAHMAN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melihat koleksi binatang dengan menerapkan jaga jarak sosial (social distancing) di Kebun Binatang Singapura, Singapura, Senin (6/7). Foto: Roslan RAHMAN / AFP

Pemerintah Singapura memutuskan memperpanjang pembatasan ketat demi menekan penularan COVID-19. Rencananya, pembatasan ketat fase dua berlaku mulai 22 Juli sampai 18 Agustus.

Dalam pembatasan ketat fase kedua, seluruh masyarakat Singapura dilarang makan di restoran atau dine in selama sebulan.

"Singapura akan menghentikan makan di restoran dan melarang pertemuan lebih dari dua orang selama satu bulan mulai Kamis," kata Kementerian Kesehatan Singapura dikutip dari Reuters, Selasa (20/7).

kumparan post embed

Selain itu, masyarakat yang belum divaksin diminta tidak hadir dalam acara-acara yang mengundang kerumunan orang seperti pesta pernikahan.

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengatakan pada hari ini, tercatat ada tambahan 184 kasus baru COVID-19. Saat ini total positif menjadi 63.440 orang.

Seorang petugas bersiap memberikan vaksin corona kepada tenaga kesehatan di National Center for Infectious Diseases (NCID) di Singapura, Rabu (30/12). Foto: Ministry of Communications and Information/via Reuters

Sedangkan kebijakan pembatasan ketat ini akan ditinjau tiap dua minggu.

Lonjakan COVID-19 di Singapura mengejutkan banyak pihak karena negara ini dianggap berhasil menekan penularan COVID-19.

Kemudian, jumlah populasi yang sudah menerima vaksinasi sudah lebih dari setengah dari total 5,7 juta penduduk. Tercatat 4.153.143 orang sudah menerima dosis pertama dan 2.641.251 telah menerima dua dosis.

kumparan post embed

Lonjakan kasus COVID-19 di Singapura ini disebabkan munculnya dua klaster besar yaitu karaoke dan pasar ikan.

"Kita harus melakukan pengetatan pencegahan ini sehingga kita dapat mengurangi aktivitas kita secara keseluruhan dan memperlambat penularan," kata Ketua Gugus Tugas COVID-19 Singapura Lawrence Wong.

"Tujuannya sekarang adalah memberi kami waktu sehingga kami dapat memvaksinasi lebih banyak orang, terutama para lansia," tambah dia.

Wong mengatakan, jika penularan COVID-19 sudah kembali menurun, Singapura memberikan pelonggaran terhadap penduduk yang sudah divaksin.

Pekerja membawa kursi pada hari pertama work from home untuk mengekang wabah virus corona (COVID-19) di Boat Quay, Singapura, Selasa (7/4). Foto: REUTERS/Edgar Su

Pertimbangkan Pawai Perayaan Hari Kemerdekaan Singapura 9 Agustus

Sementara terkait perayaan hari kemerdekaan Singapura pada 9 Agustus mendatang, Wong mengatakan sejauh ini masih dalam rencana.

“Hari Nasional merupakan acara nasional yang penting, apalagi bukan sembarang acara. Jadi sampai sekarang, kami berniat untuk melanjutkan Parade Hari Nasional," kata Wong.

Meski begitu, Wong mengatakan Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) masih terus melakukan pengkajian terhadap pawai kemerdekaan.

"Tetapi MINDEF sedang meninjau pelaksanaan pawai, skala pawai dan semua tindakan manajemen aman yang diperlukan untuk memastikan bahwa setiap latihan atau acara yang mengarah ke pawai itu sendiri dapat dilakukan dengan aman," tutup Wong.