Sisi Lain SNBT: Sudah Kuliah, Rela Ujian Lagi Demi Kampus Impian
·waktu baca 4 menit

Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 kembali menjadi momentum penting bagi para calon mahasiswa untuk meraih kursi di perguruan tinggi negeri (PTN).
Berdasarkan pantauan kumparan pada pukul 10.00 WIB, suasana di salah satu pusat pelaksanaan UTBK SNBT, yakni kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) di kampus Pondok Labu, Jakarta Selatan, terpantau relatif tenang di tengah berlangsungnya sesi pertama ujian.
Sejumlah orang tua terlihat berada di sekitar area luar kampus sambil menunggu anak-anak mereka yang tengah mengikuti ujian. Sesekali, mereka tampak berbincang dengan orang tua lainnya di sela waktu menunggu.
Sesuai dengan kebijakan kampus, untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan ujian para orang tua tidak diperkenankan masuk ke area dalam kampus dan diminta menunggu di luar pagar. Dari balik pagar tersebut, mereka tampak sabar menanti hingga sesi ujian selesai.
Salah satu orang tua siswa, Anita Tanjung (56) baru tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Ia tidak mengantar langsung anaknya sejak pagi, karena sang anak sudah lebih dulu berangkat bersama ayahnya dari rumah di kawasan Priok, Jakarta Utara.
Anita mengatakan, anak keduanya, Nakhwa Khalisha (18), sebenarnya sudah berstatus mahasiswa di Politeknik Negeri Jakarta. Namun, ia kembali mengikuti UTBK demi mengejar kampus impiannya.
“Karena dia ingin dapet UI,” ujar Anita.
Saat ini, anaknya masih menjalani perkuliahan semester dua jurusan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), tapi tetap mencoba peruntungan untuk masuk Universitas Indonesia dengan jurusan Administrasi Niaga.
“Pokoknya mau nyoba, cobain UI,” katanya.
Meski mengakui persiapan anaknya kali ini tidak maksimal karena harus membagi fokus dengan kuliah, Anita tetap memberikan dukungan penuh.
“Sebelum UTBK yang kedua, dia sih kayaknya kurang ya, kurang maksimal. Menurut saya sih 40%. Karena terbagi sama kuliah, jadinya nggak fokus,” ujarnya.
“Saya sih nge-support aja. Karena itu pilihan anak, ya. Saya nggak mau gangguin dia untuk harus pilihan saya. Saya nggak mau,” lanjutnya.
Pengalaman mendampingi anak mengikuti UTBK juga bukan hal baru bagi Anita. Ia sudah beberapa kali menunggu di lokasi ujian.
“Iya udah 3 kali, pertama kakaknya, saya biasa kalau nunggu,” ucapnya.
Orang tua lainnya, Evi Yuniasari (50) sudah tiba sejak subuh. Ia mengantar anaknya, Elhadji Hafidz (18), yang mengikuti UTBK sesi pertama.
“Saya nyampe sini tuh jam 6 kurang seperempat,” ujar Evi saat ditemui di lokasi pada Kamis (23/4).
Persiapan sejak dini hari menjadi hal yang lazim bagi para orang tua. Evi mengaku telah menyiapkan kebutuhan anaknya sejak malam sebelumnya agar pagi hari tidak terlalu terburu-buru.
“Dokumen sudah disiapin malam ya. Jadi tinggal angkut aja. Kalau ini cuma bikin-bikin sarapan, terus jam 4 gitu udah bangun, subuh jalan udah langsung gitu aja,” tuturnya.
Untuk persiapan akademik, Evi menyebut anaknya telah mengikuti berbagai program belajar tambahan sejak duduk di kelas tiga SMA.
“Ya kan kebetulan ikut kelas ya. Ikut kelas-kelas gitu kan. Dari pas masuk kelas tiga itu, dia ikut-ikut try out juga. Gabung-gabungan belajar, try out di sekolahnya juga, PBM juga,” jelasnya.
Sebagai orang tua, Evi memilih memberi kebebasan kepada anaknya dalam menentukan jurusan dan kampus tujuan.
“Saya sih serahkan ke anaknya sih. Pokoknya menurut saya, yang menurut dia nyaman, terus dia bisa ikutin, yaudah. Karena biasanya kalau kita paksa, kalau gak suka kan susah,” ujarnya.
Ia menambahkan, anaknya memilih jurusan yang diminati di sekitar Jakarta.
“Pilihnya sih saya kebetulan Jakarta semua sih. Pilihnya karena dia maunya Psikologi. Pilihannya dua kan, Psikologi sama Sastra Inggris,” katanya.
Adapun pelaksanaan UTBK SNBT 2026 diadakan secara serentak sejak 21 April 2026 dan akan berlangsung hingga 30 April mendatang. Selama 10 hari, ujian dilaksanakan pada pusat UTBK di 74 perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia.
Untuk pelaksanaannya, ujian berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi pertama pukul 06.45-10.30 WIB dan sesi kedua pukul 12.30-16.45 WIB.
