Siswa MTs di Pati Diduga Jadi Korban Perundungan, Dua Jarinya Sampai Putus

Seorang kelas VII siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial A di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, harus dilarikan ke rumah sakit usai diduga menjadi korban perundungan. Korban mengalami luka serius: dua jari tangan kirinya putus.
Video korban saat dirawat di rumah sakit viral di media sosial. Dalam video tersebut, dia menceritakan kronologi kejadian dugaan perundungan yang terjadi di sekolah, Senin (27/6).
Korban mengaku dikejar tiga kakak kelasnya. Karena tak bisa ke mana-mana, korban lantas nekat memanjat pagar. Saat memanjat pagar itu, dia kemudian dipukuli mereka hingga pingsan.
Akibat kejadian tersebut, dua jari tangan kirinya putus dan harus dilarikan ke rumah sakit.
"Saya mau ke kelas, lari. Lha malah ada 3 orang mau ke kamar mandi. Terus aku mau ke kelas gak bisa terus aku naik pagar. Terus naik pagar aku mau dikejar. Sampai atas pagar, aku mau turun, aku dipukuli. Pas mau turun kan kepalaku pusing setelah dipukuli. Terus aku terjengkang dan pingsan. Pas bangun, jariku patah dua," kata korban dalam video pengakuan yang diterima kumparan, Sabtu (1/8).
Pihak MTs Bantah
Namun saat dikonfirmasi, Kepala MTs, Safi'i, membantah dugaan perundungan tersebut. Dia menyebut kejadian tersebut murni kecelakaan.
"Menyatakan bahwa kejadian yang ada, betulnya adalah murni dari insiden atau kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan atau pem-bully-an," tegas Safi'i saat ditemui, Sabtu (1/8).
Safi'i lantas menjelaskan kronologi kejadian menurut versinya. Awalnya, anak-anak hendak masuk sekolah setelah salat zuhur. Sebelum masuk kelas, ada anak-anak bermain termasuk korban. Korban yang saat itu naik pagar, kemudian terjepit dan ruas jari kirinya putus.
"Habis salat zuhur, anak-anak masuk ke kelas. Terus ada anak-anak main, terjadilah itu ada yang main naik pagar terus tangannya kecepet (terjepit) gitu. Naiknya dari utara, jatuhnya berada di selatan pagar," katanya.
Melihat kejadian tersebut, pihak sekolah langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH) dan menghubungi ibu korban. Namun, dia tidak tahu kalau jari korban putus.
"Ndak tahu (jari putus). Pas kejadian itu, yang mengantar rumah sakit, yang nolong itu saya bersama Pak Arif. (Korbannya) sudah pulang, katanya kemarin sore, Kamis sore pulang," ujar Safi'i.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengatakan pihaknya sudah menyelidiki kasus tersebut dan akan mengebut penanganannya.
"Dalam penyelidikan dan akan kami kebut penanganannya. Mohon doanya," kata Dika.
