Siswa SMA di Bandung Dikeluarkan dari Sekolah: Buat Video Tak Etis soal Demo
ยทwaktu baca 3 menit

Beredar sebuah video di media sosial memperlihatkan dua anak muda tengah melakukan percakapan di dalam mobil pada Jumat (29/8). Obrolan mereka terlihat menyepelekan aksi massa dan juga tewasnya ojol bernama Affan Kurniawan.
Akibat video ini, pihak sekolah mengeluarkan salah satu dari mereka.
Dalam video viral itu, satu orang merekam, dan satu lainnya direkam. Yang direkam tampak sesekali mengisap vape.
Dalam percakapan di mobil itu, keduanya membahas soal demonstrasi yang tengah terjadi di sejumlah daerah termasuk Jakarta, juga tewasnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang tertabrak mobil rantis polisi.
Video tersebut mendapat kecaman dari warganet sebab keduanya tampak menjelek-jelekkan peserta demo serta Affan yang kehilangan nyawa akibat tertabrak mobil polisi. Video itu dinilai tak etis dan tak berempati.
Kedua pemuda itu berinisial SJA (perekam) dan DS (yang direkam).
"Bodo, jalan dia emang mati umur 21 tahun," kata DS mengomentari almarhum Affan, dalam video yang dilihat Senin (1/9)
"Ngapaian di tengah jalan?" kata SJA.
"Iya an****, ngapain ikutan. Kan aing [saya] masih hidup sampai sekarang ngelihat santai, nge-pod aing di mobil. Ngapain sih go****," timpal DS.
Sanksi dari SMA Taruna Bakti
Pihak sekolah dari dua anak muda itu turut merespons dengan memberikan sanksi tegas.
Sanksi itu diberikan kepada SJA karena ia tercatat masih merupakan siswa di SMA Taruna Bakti, sebuah sekolah swasta di Bandung. Dia dikeluarkan dari sekolah elite itu per 31 Agustus 2025. Sementara untuk DS sejak Juli sudah bukan siswa SMA tersebut. Diketahui, dia diterima untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Berikut pernyataan resmi SMA Taruna Bakti:
Menanggapi kejadian beredarnya video tidak berempati dengan kondisi saat ini di media sosial yang disampaikan oleh Damar Sagara dan diunggah oleh SJA kelas XII-7, dengan ini kami menginformasikan bahwa:
Damar Sagara sejak 14 Juli 2025 bukan merupakan siswa SMA Taruna Bakti;
Sekolah memutuskan berdasarkan urat keputusan nomor 045/SMA/TB/K/VIII/2025 bahwa mulai hari Minggu, 31 Agustus 2025 siswa atas nama Satria Jamie Ardiya sudah bukan merupakan siswa SMA Taruna Bakti.
Demikianlah pernyataan resmi yang kami sampaikan. Mari kita Bersama menjaga persatuan bangsa dan semoga kita senantiasa diberi kekuatan, ketabahan dengan tetap berpegang pada nilai luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Terima Kasih.
Permintaan Maaf
SJA sudah meminta maaf terkait video tersebut. Ia meminta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung.
Berikut permintaan maafnya:
Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua orang, semua pihak yang sudah tersinggung karena video yang saya unggah di Instagram pada hari Jumat kemarin. Di sini saya ingin meminta maaf setulus-tulusnya dari dalam hati saya yang paling mendalam, karena saya sudah melakukan hal yang sangat tidak etis sangat tidak pantas untuk diobrolkan apalagi diunggah di media sosial. Sekali lagi saya minta maaf karena melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan, saya siap menerima semua konsekuensi yang akan diberikan kepada saya, sekali lagi mohon maaf.
Hal yang sama dilakukan oleh DS. Bahkan, dia meminta maaf bersama ayahnya. Ayahnya yang mewakili bicara ke publik untuk meminta maaf dalam sebuah video.
Berikut permintaan maafnya:
"Saya atas nama orang tua dari DS mohon maaf atas yang sebensar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas ucapannya yang memang direkam sampai tersebar mohon maaf sebesar-besarnya juga kepada Sekolah Taruna Bakti, anak saya sudah tidak sekolah lagi di Taruna Bakti, sudah keluar, sudah pindah, mudah-mudahan ini jangan sampai terulang lagi, mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak," kata ayah DS.
