Siswi SMK di Polman Jadi Korban Perundungan, Salah Satu Pelaku Anak Kepsek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: Shutterstock

Aksi kekerasan pelajar di halaman sebuah SMK di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, viral di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak seorang siswi berseragam sekolah menjadi sasaran pukulan dan tendangan dari dua temannya.

Korban diketahui berinisial ANA (17 tahun), siswi kelas XI. Ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh dua rekannya, SA (17 tahun) dan SK (17 tahun). Ironisnya, salah satu pelaku disebut merupakan anak kepala sekolah (Kepsek) SMK tersebut.

Menurut informasi kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/10) pagi, di depan ruang kelas XI. Saat itu, para siswa sedang mengikuti lomba kebersihan kelas.

“Korban saat itu, baru sudah menyapu dan pungut sampah. Lalu didatangi oleh kedua pelaku. Korban ditegur dengan nada keras karena tidak langsung membuang sampah,” ujar Kasihumas Polres Polman, Iptu Muhapris, saat dikonfirmasi Jumat (17/10).

Tak terima dengan teguran itu, suasana berubah panas. Adu mulut pun terjadi, hingga akhirnya SA dan SK diduga menyerang ANA.

Mereka memukul hingga menendang korban berulang kali. Aksi itu bahkan direkam oleh salah satu siswi lain yang awalnya berniat menjadikan rekaman itu sebagai bukti untuk guru Bimbingan Konseling (BK).

“Saat peristiwa itu, ada siswi lain yang merekam video, bermaksud untuk memberikan bukti kepada guru BK. Tetapi, ia takut kepada salah satu pelaku dan video itu kemudian tersebar,” beber Muhapris.

Keluarga korban pun tak tinggal diam. Mereka melaporkan kasus perundungan itu ke SPKT Polres Polman pada Kamis (16/10).

“Iya, kami telah menerima laporannya,” kata Muhapris kepada wartawan.

Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kasus ini kini ditangani oleh Unit PPA Polres Polman. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dari pihak sekolah dan keluarga korban.

“Tim penyidik sedang mengumpulkan bukti serta memintai keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memastikan kronologi dan motif kejadian,” ujarnya.