Siti Aisyah: Apa Saja yang Sudah Kita Tahu Tentangnya?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi Siti Aisyah (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siti Aisyah (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

Nama: Siti Aisyah. Umur: 25 tahun. Asal: Serang, Banten. Profesi: agen intelijen Korea Utara. Misi: membunuh Kim Jong Nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Menyeramkan, bukan? Tak cukup hanya kata “intelijen”, masih harus ditambahkan dengan “Korea Utara” --negara paling tertutup di dunia yang diperintah rezim diktator komunis. Belum lagi misi “membunuh”-nya.

Tapi, mungkin hampir dari kita semua --orang Indonesia yang terutama tinggal di Indonesia-- ragu dengan informasi itu. Apa betul Siti Aisyah agen intelijen atau mata-mata? Atau dia hanya dijebak sebagai korban karena faktor kesialan semata --misal berada pada lokasi dan waktu yang tak menguntungkan.

Mari kita mencoba mengumpulkan berbagai informasi dan fakta yang tercecer dan terserak tentangnya. Mungkin dengan demikian, kita bisa mendapat gambaran lebih jernih tentang sosok Siti Aisyah --yang saat ini masih terus diperiksa Polis Diraja Malaysia di Selangor.

Unggahan Siti Aisyah lewat akun Facebooknya (Foto: Facebook: Ar Shanty Febrinna)
zoom-in-whitePerbesar
Unggahan Siti Aisyah lewat akun Facebooknya (Foto: Facebook: Ar Shanty Febrinna)

- Siti Aisyah diduga agen cut out

Seorang pejabat Malaysia yang tak mau disebutkan namanya, kepada Utusan, media Malaysia, mengatakan menduga Siti Aisyah --dan seorang perempuan Vietnam bernama Doan Thi Huong yang juga disebut terlibat pembunuhan Kim Jong Nam-- adalah agen cut out.

Artinya, agen penghubung antara intelijen profesional dan target sasaran. Agen cut out biasa disewa intelijen asing untuk mengumpulkan informasi sensitif dengan agresif di lapangan. Mereka umumnya tidak tahu nama intelijen yang menyewa mereka, dan tidak tahu juga negara atau kelompok mana yang memberikan perintah mata-mata kepada mereka.

Dengan demikian, hampir pasti jika tertangkap, agen cut out tidak bisa mengidentifikasi jaringan intelijen yang melibatkannya.

- Siti Aisyah menerima uang 100 Dolar AS

Uang sejumlah itu diberikan atas "jasanya" menyemprot dan membekap wajah Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2, Senin (13/2) --yang, menurut pengakuan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, dilakukan karena mengiranya hanya lelucon.

- Siti Aisyah pernah bekerja di Jakarta

Keluarga dan tetangga mengatakan Siti Aisyah bekerja di Jakarta tahun 2005-2008 di sebuah perusahaan konveksi. Anak pemilik perusahaan konveksi tersebut, Gunawan Hasyim, kemudian menikah dengan Siti --sebelum mereka akhirnya bercerai tahun 2014.

- Siti Aisyah janda beranak satu

Lelaki yang pernah menjadi suami Siti Aisyah bernama Gunawan Hasyim. Selama menikah, mereka tinggal di rumah keluarga Gunawan di Tambora, Jakarta Barat.

Siti Aisyah merupakan istri kedua Gunawan.

Bekas rumah Siti Aisyah di Tambora. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bekas rumah Siti Aisyah di Tambora. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Keluarga Gunawan, menurut Ketua RT setempat di Tambora, telah tinggal di kawasan itu selama 10 tahun lebih, sejak tahun 2000.

Pada 2013, Gunawan memboyong Aisyah dan anak lelaki mereka ke Malaysia. Namun tak lama kemudian, mereka kembali ke Indonesia untuk mengurus perceraian.

Setelah bercerai tahun 2014, Siti kembali ke Malaysia, dan Gunawan tinggal di Bangkok, Thailand. Sementara anak mereka kini tinggal bersama orang tua Gunawan di Tambora, Jakarta.

Siti Aisyah. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Siti Aisyah. (Foto: Istimewa)

- Siti Aisyah tak tercatat masuk Malaysia saat Kim Jong Nam terbunuh

Sumber pemerintah Malaysia kepada Utusan mengatakan, Siti Aisyah tak tercatat secara resmi masuk ke Malaysia saat Kim Jong Nam terbunuh.

Terakhir kali Siti tercatat masuk Malaysia adalah 16 November 2016. Ia masuk melalui Pelabuhan Feri Internasional Stulang Laut di Johor Baru.

Selanjutnya, Siti Aisyah diketahui keluar dari Malaysia menggunakan pesawat pada 21 Januari 2017.

- Siti Aisyah pulang ke Serang 21 Januari 2017

Tetangga melihat Siti pulang ke rumah orang tuanya di Serang, Banten, selama 3 hari. Sabtu-Senin, 21-23 Januari 2017. Kemudian, pada Selasa 24 Januari, Siti Aisyah berangkat ke Jakarta bersama ibunya untuk bertemu anaknya yang diasuh mantan mertuanya.

- Siti Aisyah bertemu anaknya di Jakarta 28 Januari 2017

Mantan mertua Siti Aisyah, Lian Kiong alias Akiong, menerima kedatangan Siti dan ibunya pada Sabtu, 28 Januari 2017, bertepatan saat Imlek.

Siti menjenguk anaknya yang kini berusia 7 tahun, dan memberikan uang Rp 300 ribu yang terdiri dari 6 lembar uang Rp 50 ribuan. Siti Aisyah saat itu terlihat kurus dan batuk-batuk.

Siti Aisyah dan ibunya menginap di rumah Akiong di Tambora, Jakarta Barat, semalam saja. Kemudian keesokannya, Minggu 29 Januari, Siti Aisyah berangkat ke bandara.

- Siti Aisyah sering berganti nomor ponsel

Menurut Akiong, nomor hape Siti Aisyah kerap gonta-ganti sehingga sulit dihubungi. Anaknya tahun lalu misal beberapa kali mencoba menelepon dia, tapi tak berhasil.

- Siti Aisyah sosok pendiam di lingkungan rumah

Tetangga mengenal Siti sebagai orang yang pendiam dan jarang bergaul. Jika sedang di rumah, sehari-hari ia di rumah saja, jarang keluar. Siti Aisyah juga hanya bicara kalau disapa.

Siti Aisyah bersama orang tuanya. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Siti Aisyah bersama orang tuanya. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

- Siti Aisyah suka mengirim uang ke ibunya

Meski tak rutin, Siti Aisyah kerap mengirim uang sejumlah Rp 500 ribu tiap bulan kepada ibunya di Serang, Banten.

- Siti Aisyah anak bungsu

Dia anak paling akhir dari tiga bersaudara

- Siti Aisyah lulusan SD

- Siti Aisyah bisa berbahasa Inggris dan Korea

Kemampuan verbal Siti yang bisa menguasai bahasa Inggris dan Korea, menurut keluarganya, didapat dari belajar dengan orang lain.

Sepengetahuan ibunya, Siti Aisyah tidak pernah kursus bahasa asing apa pun. Ia bisa bicara bahasa Korea dan Inggris karena bicara dengan orang asing, dan lama-lama fasih sendiri.

- Ibu Siti Aisyah tidak tahu Siti ke Malaysia Februari 2017

Ibu Siti Aisyah, Benah, tidak tahu putrinya berada di Kuala Lumpur bulan ini, Februari 2017. Setahu dia, Siti berjualan pakaian dalam di Batam. Ia mengira Siti berada di Malaysia hanya untuk berlibur.

Unggahan Siti Aisyah lewat akun Facebooknya (Foto: Facebook: Ar Shanty Febrinna)
zoom-in-whitePerbesar
Unggahan Siti Aisyah lewat akun Facebooknya (Foto: Facebook: Ar Shanty Febrinna)

- Siti Aisyah berkata ke keluarga punya pekerjaan sampingan syuting "ngerjain orang"

Sepupu Siti Aisyah, Iqbal, mengatakan Siti bercerita punya pekerjaan sampingan syuting ngerjain orang di Malaysia. Namun, menurut Iqbal, Siti sendiri tidak diperbolehkan melihat hasil syuting itu oleh sang produser.

Lokasi syuting Siti Aisyah, ujar Iqbal, bukan cuma di Malaysia, tapi juga Jakarta dan China. Untuk yang di Jakarta pun, kata Iqbal, tidak tayang di stasiun televisi Indonesia.

Iqbal berujar, Siti Aisyah memulai kerja sampingan itu setelah suatu hari didatangi oleh orang yang menawarkan pekerjaan syuting ngerjain orang.

Dari syuting tersebut, kata Iqbal, Siti Aisyah mengatakan mendapat bayaran sekitar Rp 2-3 juta sekali syuting. Dari jumlah tersebut, Rp 1 juta biasanya dikirim ke kampungnya ke Serang tiap bulan sekali.

Akhir Januari 2017, tetangga mendapat kabar dari keluarga Siti Aisyah bahwa Siti hendak syuting iklan. Namun mereka keluarga dan tetangga tak tahu iklan apa yang dimaksud.

Sementara teman semasa kecil Siti Aisyah yang juga tetangganya di Serang, Nurhayati Nupus, mengatakan Siti bercerita hendak syuting ke China atau Korea untuk program reality show semacam Super Trap.

- Siti Aisyah mengatakan ditawari 100 Dolar AS untuk syuting video lelucon

Media China, yidianzixun.com, melaporkan Siti Aisyah ditawari uang 100 Dolar AS atau sekitar Rp 1,3 juta untuk ikut syuting video lelucon pendek mirip reality show ternama, Just For Laughs --komedi bisu Kanada yang menampilkan orang-orang yang dijebak dalam berbagai situasi aneh, sementara kamera tersembunyi merekam reaksi mereka.

Siti Aisyah, juga rekannya Doan Thi Huong asal Vietnam, mengatakan tidak kenal orang yang menawarinya syuting. Mereka hanya menyebut mereka "kru film".

Siti bertemu pria yang mengajaknya syuting itu saat bekerja di kelab malam. Ia langsung setuju mengambil kesempatan itu karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Terminal keberangkatan Bandara Kuala Lumpur. (Foto: Reuters/Lai Seng Sin)
zoom-in-whitePerbesar
Terminal keberangkatan Bandara Kuala Lumpur. (Foto: Reuters/Lai Seng Sin)

- Siti Aisyah terlihat di Bandara Kuala Lumpur sehari sebelum Kim Jong Nam dibunuh

Sumber Polis Diraja Malaysia kepada media Malaysia, The Star, mengatakan orang-orang yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2, terlihat kamera CCTV berada di bandara tersebut sehari sebelum pembunuhan terjadi, yakni Minggu (12/2).

Mereka diduga tengah melakukan pengintaian atau survei lokasi.

Pada hari pembunuhan, Senin (13/2), orang-orang tersebut yang berjumlah enam orang --dua perempuan, termasuk Siti Aisyah, dan empat pria-- terpantau kamera CCTV sedang bercanda. Mereka bermain dengan alat semprotan dan saling semprot sambil berjalan di bandara.

Sumber di kepolisian Malaysia itu menduga, keenam orang itu sedang memilih lokasi yang tepat untuk menyerang Kim Jong Nam di ruang keberangkatan bandara.

Dua perempuan itu telah diketahui Siti Aisyah dari Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam. Sementara empat pria Korea yang bersama mereka diduga sebagai otak serangan terhadap Kim Jong Nam. (Baca: )

video youtube embed

- Siti Aisyah menyemprot wajah Kim Jong Nam

Siti Aisyah dan Doan Thi Huong menyemprot dan membekap wajah Kim Jong Nam. Salah satu dari mereka menyemprotkan cairan di wajah Jong Nam --yang diduga mengandung racun risin, sedangkan satu lainnya kemudian membekapkan sapu tangan di wajah korban selama 10 detik. (Baca: )

Kepada polisi Malaysia, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong mengatakan mengira aksi itu sekadar lelucon. Mereka mengaku melakukannya atas suruhan pria-pria Korea yang bersama mereka di bandara.

Doan juga mengatakan, ia dan Siti serta keempat pria Korea Utara tersebut merupakan turis di Malaysia.

Usai menyemprot dan membekap Kim Jong Nam, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong kabur dari bandara dengan taksi, sedangkan keempat pria Korut pergi ke hotel di Salak Tinggi, Sepang, Selangor.

video youtube embed

- Siti Aisyah punya kekasih di Malaysia

Menurut sumber Utusan, kekasih Siti Aisyah yang bernama Muhammad Farid Jalaluddin (26 tahun) ialah pihak yang memberikan informasi soal keberadaan Siti Aisyah kepada polisi.

Kekasih Siti itu, Farid, bukan salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam. Ia siap membantu penyelidikan kepolisian.

Farid, pada hari Kim Jong Nam terbunuh, mengantarkan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong ke sebuah hotel di Bandar Baru Salak Tinggi, Sepang, Selangor. Di sana, mereka berdua menginap. Namun keduanya kemudian berpisah.

- Kamar hotel Siti Aisyah tak dikunci saat polisi datang

Siti tertangkap Kamis dini hari (16/2) di hotel itu saat menunggu waktu tepat untuk kabur dari Malaysia. Hotel tersebut didatangi polisi sekitar pukul 02.00 dini hari.

Aisyah menginap di kamar lantai tiga. Kamarnya dengan mudah dimasuki polisi karena tidak dikunci. Saat polisi masuk, Aisyah sedang sendirian dan tidak melawan.

Rekan perempuan Aisyah, Doan Thi Huong, telah lebih dulu ditangkap di bandara saat hendak kabur ke luar negeri.

Keduanya saat ini ditahan Polis Diraja Malaysia di Selangor. Sementara empat orang pria yang bersama mereka di bandara masih buron.

- Barang-barang bermerek ditemukan di kamar hotel Siti Aisyah

Dari kamar hotel Siti Aisyah di Selangor, polisi menyita sejumlah barang bermerek seharga jutaan rupiah, antara lain tas tangan Louis Vuitton, kacamata hitam Ray-Ban, dan sepatu Charles & Keith.

Barang-barang itu diduga milik Siti, namun belum diketahui apakah asli atau imitasi.

Menurut The Star, polisi juga menyita beberapa lembar uang asing, termasuk 3 lembar uang pecahan 100 Dolar AS.

Selain itu, polisi menyita dua ponsel dari kamar hotel Siti, dengan satu ponsel berisi kartu SIM lokal, dan satu ponsel lain tak berisi kartu SIM.

- Siti Aisyah punya dua identitas berbeda

Berdasarkan data Kelurahan Angke, Jakarta Barat, Siti Aisyah punya dua identitas berbeda. Pada identitas pertama, namanya tertulis “Siti Aisyah”, kelahiran Serang, 11 Februari 1992, dengan nomor identitas 3173045102920010.

Sementara pada identitas kedua, namanya tertulis “Siti Aisah”, kelahiran Serang, 1 November 1989, dengan nomor identitas 3604294111890494.

Data diri pada paspor Siti Aisyah serupa dengan identitasnya yang pertama, kelahiran 11 Februari 1992.

Paspor Siti Aisyah (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Paspor Siti Aisyah (Foto: Istimewa)

Jadi, apakah dari kumpulan informasi di atas, anda telah mendapatkan gambaran lebih jernih tentang sosok Siti Aisyah yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri Kim Jong Un diktator Korea Utara?

Jika belum, anda tak sendiri. Misteri memang masih menyelimuti kasus ini. Sampai saat ini Polis Diraja Malaysia masih terus melakukan penyelidikan.

Mari kita tunggu tabir tersingkap --semoga.

Instagram Siti Aisyah (Foto: Instagram arshanty11)
zoom-in-whitePerbesar
Instagram Siti Aisyah (Foto: Instagram arshanty11)

News update: