Siti dan Neneng, Gajah 50 Tahun di Medan Zoo yang Tak Pernah Kawin
ยทwaktu baca 3 menit

Saat libur sekolah, Siti dan Neneng nama gajah di Medan Zoo, Sumatera Utara jadi hewan yang paling dicari pengunjung dibanding 52 jenis hewan lainnya. Minggu (6/1) Medan Zoo ramai dikunjungi masyarakat lantaran hari libur sekolah terakhir, total pengunjung yang hadir lebih dari 1.800 orang.
Siti dan Neneng menjadi sorotan. Di tempat itu, Siti maupun Neneng seakan tak pernah lelah menghibur pengunjung yang ingin melihatnya. Pengunjung rela mengantre untuk bisa mengabadikan momen sekaligus merasakan adrenalin menunggangi hewan langkah berusia 50 tahun itu. Sekali berkeliling sepanjang 100 meter, pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000.
Namun di antara keasyikan dan kegembiraan masyarakat yang menungganginya, banyak yang tak tahu bahwa hingga menginjak usia 50 tahun kedua gajah Sumatera itu belum juga beranak.
Dokter hewan Medan Zoo, Sucitrawan, menjelaskan di usia yang sudah menginjak 50 tahun Siti dan Neneng tak pernah melakukan perkawinan dengan gajah jantan.

"Berdasarkan hasil dari pemeriksaan kami, pada saat pertama kali datang ke Medan Zoo, tahun 2008 dari Aceh (Siti) dan Neneng dari Taman Hutan Raya Sumut (Tahura Sumut), keduanya belum melakukan perkawinan,"kata Sucitrawan, Minggu (6/1) . "Jika sekarang ingin dikawinkan tentu reproduksinya rawan, karena usianya tak muda lagi, maksimal gajah Sumatera hanya bisa hidup 75 tahun. "
Sucitrawan mengatakan selama berada di hutan liar di Aceh, sepanjang hidupnya Siti tidak pernah kawin. Begitu juga Neneng menghabiskan masa mudanya di Taman Hutan Raya Sumut tak pernah dikawinkan dengan gajah jantan. Hasil pemeriksaan pada organ reproduksinya, Siti dan Neneng dinyatakan sehat.
Sucitrawan juga mengatakan pihak Medan Zoo sebelumnya pernah membuat surat permohonan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara pada tahun 2010 agar ada gajah jantan yang bisa dikawinkan dengan Siti dan Neneng.
"Sudah pernah usul meminjam gajah jantan kepada BKSDA pada tahun 2010 namun belum disahuti hingga sekarang," kata Sucitrawan.
Sucitrawan mengatakan mendatangkan gajah yang merupakan satwa langkah tidak bisa sembarangan. "Harus melewati persyaratan administrasi dan fisik," tuturnya
Bila ada pihak yang ingin membantu mendatangkan gajah jantan untuk Siti dan Neneng, kata Sucitrawan, pihak Medan Zoo akan dengan senang hati menerimanya.
"Namun proses perkawinan untuk gajah juga cukup sulit, dia tergantung musimnya. Bisa 4 tahun sekali dia mau. Bisa juga sebentar. Tergantung birahinya," kata Sucitrawan .
Medan Zoo, kata dia, akan terus berupaya agar ada gajah jantan yang lebih muda hadir untuk kemudian dikawinkan dengan Siti dan Neneng. "Bila gajah muda mau dengan Siti atau Neneng itu tentu lebih baik," tuturnya.
