Situasi Champs-Elysees Usai Penabrakan Mobil Polisi

Seorang laki-laki yang diduga terkait dengan ekstrimis menabrak mobil polisi di Champs-Elysees, Paris Senin (19/6) kemarin. Laki-laki tersebut tewas, sementara pihak kepolisian yang menjadi target tak terluka sedikitpun. Kepolisian Prancis masih menyelidiki serangan tersebut, termasuk dengan kemungkinannya terkait gerakan terorisme internasional, seperti yang terjadi April lalu.
[Baca juga: ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Penembakan Polisi di Paris]
Meskipun sempat menimbulkan kepanikan sesaat, termasuk saran pihak kepolisian bagi pengunjung untuk sejenak menghindari kawasan Champs-Elysees, kawasan wisata populer di Paris tersebut kini telah kembali ramai dipenuhi wisatawan.
"Betul ada tabrakan mobil, tapi tidak menimbulkan keresahan publik," kata M. Said Didu. Mantan Staf Khusus Menteri ESDM tersebut saat ini berada di Paris untuk tugas kedinasan.

Hanya beberapa jam setelah kejadian, tidak tampak ketegangan apapun di sekitaran lokasi kejadian. Ruas jalan di tempat wisata Paris tersebut tetap ramai. Tampak bagaimana ratusan wisatawan memenuhi ruas jalanan Champs-Elysees Avenue.

Tak ada tanda-tanda kecemasan atas kemungkinan serangan lanjutan, yang sempat disebut Menteri Urusan Dalam Negeri Gerard Collomb sangat memungkinkan. Masyarakat Paris terlihat santai berjalan-jalan di sepanjang ruas Champ-Elysees, dari Place de la Concorde hingga Arc de Triomphe.
[Baca juga: Mobil Polisi di Paris Ditabrak Orang Tak Dikenal, Pelaku Tewas]

Sementara ini, belum diketahui secara pasti motif penyerangan terhadap pihak kepolisian Paris tersebut. Namun demikian, serangan tersebut cukup untuk meyakinkan Gerard Collomb untuk memperpanjang masa darurat keamanan Prancis yang seharusnya selesai 15 Juli nanti.

Situasi darurat keamanan di Prancis telah berlangsung sejak terjadinya peristiwa teror di November 2015. Darurat keamanan tersebut rencananya akan diperpanjang lagi hingga November 2017.



