Skandal Epstein Seret Putri Mahkota Norwegia Jelang Sidang Anaknya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putri Mahkota Norwegia Putri Mette-Marit. Foto: SEBASTIAN GOLLNOW/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Putri Mahkota Norwegia Putri Mette-Marit. Foto: SEBASTIAN GOLLNOW/AFP

Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit mengakui hubungannya dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein sebagai "hal memalukan" setelah dokumen terbaru kasus Epstein dirilis otoritas Amerika Serikat (AS) pada Jumat (30/1).

Nama Mette-Marit muncul lebih dari 1.000 kali dalam jutaan berkas tersebut, tepat menjelang sidang kasus pemerkosaan yang menjerat putranya di Oslo.

Dokumen Departemen Kehakiman AS mengungkap korespondensi antara Mette-Marit dan Epstein pada 2011–2014. Sejumlah email yang dipublikasikan media Norwegia memperlihatkan komunikasi bernada personal.

Dalam salah satu pesan yang dibagikan AFP, Mette-Marit bertanya apakah "tidak pantas bagi seorang ibu menyarankan dua perempuan telanjang membawa papan selancar sebagai wallpaper" untuk anak laki-lakinya yang saat itu berusia 15 tahun.

Dalam email lain, ia menyebut Epstein sebagai sosok yang "sangat menawan".

Saat Epstein menulis pada 2012 bahwa dirinya berada di Paris untuk "mencari istri", Mette-Marit menyebut bahwa perempuan dari negaranya atau wilayahnya (Skandinavia) lebih lebih berkualitas untuk dinikahi dibandingkan perempuan di Paris.

Gambar Presiden AS Donald Trump bersama pemodal yang dipermalukan Jeffrey Epstein diproyeksikan oleh kelompok kampanye Led By Donkeys di kastil Windsor, Inggris, Selasa (16/9/2025). Foto: Phil Noble/REUTERS

Mette-Marit menulis bahwa kota itu (Paris) "bagus untuk perselingkuhan" dan menambahkan bahwa "orang Skandinavia adalah material istri yang lebih baik".

Dokumen juga menunjukkan Mette-Marit sempat menginap selama empat hari di rumah Epstein di Florida pada 2013 meski Epstein telah mengaku bersalah pada 2008 dalam kasus meminta jasa prostitusi anak di bawah umur.

Pemodal AS Jeffrey Epstein muncul dalam foto yang diambil untuk pendaftaran pelaku kejahatan seksual Divisi Layanan Peradilan Pidana Negara Bagian New York pada 28 Maret 2017. Foto: REUTERS

Pada Sabtu (31/1), Mette-Marit menyampaikan permintaan maaf terbuka.

“Saya menunjukkan penilaian yang buruk dan sangat menyesal pernah memiliki kontak apa pun dengan Epstein. Ini sungguh memalukan,” ujarnya dalam pernyataan resmi istana seperti dikutip dari AFP.

Ia mengakui tidak cukup cermat menelusuri latar belakang Epstein. Namun, sebuah email pada 2011 menunjukkan Mette-Marit sempat menulis bahwa ia telah “meng-google” Epstein dan hasilnya “tidak terlihat terlalu bagus”, meski ia tidak menjelaskan lebih lanjut maksudnya.

Menurut pihak istana, Mette-Marit memutus kontak dengan Epstein pada 2014 karena merasa sang pemodal berusaha memanfaatkan hubungannya dengan putri mahkota untuk mempengaruhi pihak lain.

Sidang Anak Mette-Marit

Skandal terkait Epstein mencuat pada waktu yang dinilai paling buruk. Pada Selasa (3/2), putra Mette-Marit, Marius Borg Høiby (29), akan menjalani sidang di pengadilan distrik Oslo atas 38 dakwaan, termasuk pemerkosaan terhadap empat perempuan, serta kasus kekerasan dan narkotika.

Høiby membantah tuduhan paling serius dan terancam hukuman hingga 16 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Marius Borg Hoiby, anak Putri Mahkota Norwegia. Foto: ABACA via Reuters

Adapun Jeffrey Epstein adalah pemodal (financier) asal Amerika Serikat keturunan Yahudi yang ditangkap pada 2019 atas tuduhan menjalankan jaringan perdagangan seks anak di bawah umur.

Epstein disebut tewas bunuh diri di penjara New York pada Agustus 2019 sebelum persidangan dimulai, tapi penyelidikan atas jaringan dan relasinya terus berlanjut hingga kini.

Pangeran Andrew dari Inggris juga terseret kasus Epstein hingga gelar bangsawan His Royal Highness (HRH)-nya hilang. Foto: ADRIAN DENNIS / AFP