Sleman Beri Obat Gratis ke Pasien Corona yang Isoman, Begini Cara Mendapatkannya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menyiapkan obat COVID-19 di gudang instalasi farmasi. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menyiapkan obat COVID-19 di gudang instalasi farmasi. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Pemkab Sleman mulai memberi layanan obat gratis bagi pasien corona yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Langkah ini diharapkan mencegah kasus kematian pasien corona saat isoman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, paket obat gratis ini dapat diakses di puskesmas terdekat.

"Yang mendapatkan obat ini warga Sleman dan masyarakat yang berdomisili di Sleman. Kita berharap ini inovasi dan solusi tepat terhadap situasi yang ada," kata Kustini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/7).

kumparan post embed

Mekanisme untuk mendapatkan obat ini yaitu:

  1. Pasien melapor ke puskesmas setempat

  2. Membawa fotokopi KTP, nomor ponsel, surat domisili, lokasi isolasi, serta surat keterangan positif dari laboratorium atau layanan kesehatan.

  3. Puskesmas akan mendistribusikan obat secara langsung. Atau obat bisa diambil secara mandiri oleh tetangga atau saudara pasien di puskesmas terdekat.

Paket obat dan vitamin bagi pasien corona isoman yang dibagikan Jokowi. Foto: Youtube Setpres

Kepada Satgas COVID-19 tingkat RT, Kustini juga meminta untuk mendata nama dan alamat beserta desa pasien positif corona yang menjalani isoman. Nantinya puskesmas akan memilah mana saja pasien yang membutuhkan kunjungan dokter.

"Terdapat tiga macam obat di antaranya, obat untuk isoman tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, dan gejala sedang yang mengalami anosmia," jelasnya.

Kabupaten Sleman total memiliki 25 puskesmas dengan 10 di antaranya beroperasi 24 jam.

Petugas mengevakuasi warga yang positif corona di Ngrangsan, Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kustini mengimbau masyarakat yang merasa kurang sehat dipersilakan segera mengakses layanan di puskesmas. Kemudian apabila ada warga yang terpapar corona dengan gejala ringan akan diarahkan ke shelter milik kabupaten maupun milik pemerintah desa.

"Puskesmas di seluruh Sleman juga memantau kondisi pasien yang isoman di shelter-shelter kalurahan. Dengan begitu kondisi pasien yang isoman bisa kita pantau dengan maksimal," ujar Kustini..