SMRC: Di Jabar Elektabilitas PDIP Tertinggi, Kasus Arteria Beri Dampak Negatif

15 Februari 2022 16:44
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi PDIP Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PDIP Foto: Fitra Andrianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar survei terbaru bertajuk 'Pandangan Publik Jawa Barat terkait Partai, Presiden, dan Gubernur'. Dari temuan survei terkait elektabilitas partai, PDIP masih berada di puncak dengan 16 persen.
ADVERTISEMENT
Posisi selanjutnya diikuti oleh Gerindra yakni 14,8 persen, sementara 9,2 persen warga Jabar lainnya memilih PKS yang menduduki peringkat tiga.
Namun, menurut SMRC, sulit menentukan PDIP atau Gerindra yang lebih unggul karena margin of error survei ini mencapai 3,5 persen.
"Dalam simulasi semi terbuka, kita tanya ke warga jika pemilihan diadakan sekarang, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih? Di urutan pertama ada PDIP dan Gerindra. Agak sulit kita tentukan mana yang lebih unggul karena di bawah margin of error selisihnya," kata Manager Program SMRC Saidiman Ahmad dalam paparan hasil survei secara virtual, Selasa (15/2).
"PDIP 16 persen, Gerindra 14,8 persen, disusul PKS 9,2 persen, Golkar 8,1 persen, Demokrat 5,9 persen, PKB 5,1 persen dan partai-partai lainnya di bawah 3 persen. Masih ada 32,7 persen warga yang belum menentukan pilihan," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Saidiman melanjutkan, terlihat kenaikan elektabilitas PDIP di Jabar saat dibandingkan dengan perolehan suara di Pemilu 2019. Partai Gerindra yang dulu menjadi partai pemenang di Jawa Barat pada pemilu sebelumnya, justru kini mengalami penurunan elektabilitas yang signifikan.
"Kalau kita lihat perbandingan elektabilitas partai pada Pemilu 2019 dan survei Februari 2022, kita lihat PDIP sedikit alami kenaikan dari 14,3 persen pada pemilu, jadi 16 persen sekarang. Sementara Gerindra turun dari 17,6 persen jadi 4,8 persen," terang dia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"PKS 13,3 persen jadi 9,2 persen, Golkar 13,3 persen jadi 8,1 persen, Demokrat dari 7,5 persen jadi 5,1 persen. PKB dari 7,9 persen jadi 5,1 persen, PPP 4,6 persen jadi 2 persen, NasDem dari 5 persen jadi 2 persen, PAN dari 6,9 persen jadi 0,4 persen. Jadi yang relatif stabil PDIP, bahkan cenderung ada kenaikan," tambahnya.
ADVERTISEMENT

Dampak Pernyataan Arteria Dahlan terhadap Suara PDIP

Politikus PDIP, Arteria Dahlan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Politikus PDIP, Arteria Dahlan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Di sisi lain, SMRC juga melakukan survei pendapat warga Jabar terkait kasus kader PDIP Arteria Dahlan, yang sempat menyinggung etnis Sunda. Arteria meminta seorang Kajati dipecat karena menggunakan Bahasa Sunda saat rapat.
Menurut temuan survei, ada 66 persen warga yang tahu mengenai kasus tersebut. Dari yang tahu, mayoritas atau 64 persen setuju bahwa Arteria telah menyinggung etnis Sunda, yang kemudian berdampak negatif pada elektabilitas PDIP.
"Kita lihat itu berdampak negatif terhadap elektabilitas PDIP. Dari yang tahu peristiwa itu, hanya 14 persen yang nyatakan pilihan terhadap PDIP. Sementara yang tidak tahu, pilihannya masih mencapai 21 persen," ujar Saidiman.
"Kita lihat pengaruh lebih besar lagi jika kita korelasikan pada mereka yang setuju bahwa Arteria singgung etnis Sunda. Mereka yang setuju beri pilihan ke PDIP 11 persen, yang tidak setuju 20 persen. Intinya, pernyataan Arteria punya pengaruh ke elektabilitas PDIP," tandas dia.
ADVERTISEMENT
Survei SMRC ini dilakukan pada 5-8 Februari 2022 melalui telepon oleh pewawancara terlatih. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode double sampling dan random digit dialing (RDD) dari penduduk Jabar berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Dengan teknik double sampling, sampel 640 responden dipilih secara acak dari database hasil survei tatap muka yang telah dilakukan SMRC sebelumnya. Sementara dalam RDD, sampel sebanyak 161 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.
Total sampel hasil kombinasi 2 metode tersebut sebanyak 801 responden. Margin of error survei diperkirakan ±3,5% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020