Sopir Mobil yang Terobos Lampu Lalin Rawamangun Menantu Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tabrakan mobil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tabrakan mobil. Foto: Shutterstock

Polisi masih mendalami soal mobil Toyota Fortuner yang menerobos lampu lalin di Rawamangun, Jakarta Timur. Belakangan diketahui, sopir mobil berinisial YA itu merupakan menantu dari seorang anggota Polri.

"Pengemudinya bukan polisi, masyarakat umum. Kalau bapaknya (mertua) polisi itu seperti itu, mertuanya dinasnya di lampung," terang Kanit Laka Polres Metro Jakarta Timur Iptu Ediono saat dihubungi wartawan, Rabu (8/2).

Ediono mengungkapkan Toyota Fortuner yang dipakainya bukan merupakan mobil dinas polisi. Akan tetapi, mobil tersebut sengaja dipasang dengan pelat nomor polisi asli oleh pelaku yang dipinjam dari mertuanya.

"Iya betul (itu pelat polisi asli)," katanya.

Saat ini, kendaraan tersebut sedang diamankan di Unit Laka Polres Metro Jakarta Timur. Sementara Propam Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terkait penyalahgunaan pelat nomor dinas polisi tersebut.

"Pendalamannya mungkin bisa konfirmasi ke Propam Polda karena ranah saya menjawab itu nanti saya salah paham bukan ranah saya," tandasnya.

kumparan post embed

Sebelumnya, sebuah kendaraan mobil dinas polisi nekat menerobos lampu merah di perempatan Mal Arion, Rawamangun, Jakarta Timur pada Senin (6/2) sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibatnya, seorang pemotor harus mengalami patah tulang tangan usai menjadi korban penabrakan mobil dinas tersebut.

Polda Metro Jaya juga sempat angkat bicara mengenai kasus ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa si pengemudi mobil tersebut bukan merupakan anggota polri.

Selain itu, polisi juga mengeklaim mobil Fortuner yang dipakai pelaku juga bukan merupakan mobil dinas polisi, melainkan mobil milik warga sipil yang sudah dipalsukan TNKB-nya menggunakan pelat polri.

Polisi juga akan mendalami si pengemudi mobil atas dugaan penyalahgunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB)

"Inisial pengemudinya atas nama YA, ini sipil ya, masyarakat umum. Penyalahgunaannya terkait dengan nopol yang digunakan, ini adalah palsu. Dan tentunya masih dalam proses pendalaman dari propam bersama-sama Satlantas Polres Metro Jakarta Timur," katanya kepada wartawan, Selasa (7/2).